Unik, Informatif , Inspiratif

Nama Manusia untuk Manusia, Bukan untuk Hewan

0

Memiliki hewan peliharaan, dan menjadikannya kesayangan bukanlah hal aneh. Apalagi di beberapa negara, memilki tradisi, menjadi hewan peliharaan ini menjadi bagian dari keluarga.

Hewan peliharaan iu diberi nama, bahkan sebagian melatihnya agar hewan itu memiliki disiplin dalam berperilaku. Namun, sebenarnya bagaimana kedudukan mereka dari sudut pandang syariat Islam?

Menurut Lembaga Fatwa Mesir, Dar al-Ifta’, tidak boleh menamakan hewan dengan nama-nama manusia. Fatwa ini turun karena nama-nama manusia diperuntukkan untuk manusia yang sangat dimuliakan dan dihormati.

BACA JUGA: Nama-nama Tempat Nyeleneh di Google Maps

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS al-Isra’ [17: 70) .

Hal menariknya yang berbeda dengan binatang, manusia boleh menggunakan nama-nama hewan atau benda-benda mati selama hal tersebut tidak merendahkan dan mengurangi kehormatan manusia.

Seperti dalan tradisi suku Indian, penduduk asli Amerika yang memberi nama ‘kehormatan’ dengan nama binatang. Misalnya ‘Kijang Lincah’ untuk orang yang bergerak lincah. ‘Kuda Petir’, ‘Si Mata Elang’.

BACA JUGA: Warga Turki Dituntut karena Pakai Akun Twitter dengan Nama “Allah”

Dalam tradisi bangsa Arab, nama-nama seperti Asad (singa), namir (macan), biasa digunakan. Jika nama-nama tersebut malah merendahkan martabat manusia, seperti nama babi, hal tersebut sama sekali tidak diperbolehkan.

Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya agar menggunakan nama-nama terbaik. Dengan nama-nama terbaik itulah kelak manusia akan dipanggil ketika dibangkitkan pada kiamat.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.