Malangnya Nasib Muslim di Korea, Betapa Sedikitnya Tempat Ibadah

INSPIRADATA. Lee Kyung hee (41 tahun) warga distrik Gangseo, Seoul, Korea Selatan sedang mengendarai mobil keluar Lotte Mall di Bandara Gimpo melihat pria membungkuk di sudut tempat parkir, Sabtu sore waktu setempat, (29/04/2017).

Seperti dilansir dari Korea Jongang Daily oleh Republika, Selasa (02/05/2017) awalnya Kyung hee berpikir pria itu sedang mabuk. Dia menghadap dinding, dan hanya berdiam diri. Setelah mengamatinya, dia baru menyadari pria tersebut seorang Muslim yang taat dengan waktu shalatnya.

“Saya merasa kasihan kepada pengunjung Muslim yang mencari ke sana ke mari untuk shalat, saya tidak yakin apakah memang tidak ada ruang shalat di dekatnya atau mereka tidak tahu, tapi satu hal yang pasti saat ini pemerintah Korea menyadari situasi ini dan mulai melakukan perubahan, ” jelas dia.

Di Korea, infrastruktur dasar bagi pengunjung Muslim masih menjadi kendala. Akomodasi dasar seperti ruang shalat dan restoran bersertifikat halal.

Ruang shalat dianggap sangat penting bagi umat Islam. Hukum Islam mewajibkan umat Islam untuk shalat lima kali sehari setelah berwudhu.

Di negara dengan populasi Muslim terbanyak, ruang shalat memang sangat mudah ditemukan. Tetapi di Korea, hanya ada sekitar 40 ruang shalat di seluruh negara. Kebanyakan terletak di masjid, universitas dan rumah sakit.

Di daerah Seoul hanya ada tiga ruang shalat, di pusat perbelanjaan CEOX dan pusat konvensi, Taman hiburan Lotte World dan di kantor organisasi pariwisata Korea.

Bahkan di bandara internasional Gimpo dan Jeju tidak memiliki ruang shalat. Begitu juga di bandara Incheon, tidak ada ruang shalat terpisah dengan agama lain, mereka bergabung dengan kapel kristen dan ruang doa Buddha.

Seorang juru bicara dari Bandara Incheon mengatakan ini karena belum ada banyak turis atau staf Muslim yang bekerja di bandara. Organisasi pariwisata mengatakan akan mendukung pemerintah daerah dan institusi publik dengan menambahkan 15 ruang shalat di lokasi wisata nasional. Ruang shalat akan dilengkapi dengan sajadah dan arah kiblat. []

Sumber: Khazanah/republika


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *