bule
Foto: Instagram/Polresbogor

Ngamuk lantaran Selawat di Musala Dikira Karaoke, Bule Ini Minta Maaf, Berikut Kronologi & Videonya

Seorang warga negara asing di Ciampea, Bogor, belakangan ini sempat menjadi sorotan banyak kalangan. Pasalnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan dirinya sedang  marah-marah jadi viral di media sosial.

Dalam video, bule tersebut terlihat emosi seraya mempertanyakan mengapa masjid selalu mengeluarkan suara “karaoke”.

Sontak warganet pun heboh, terlebih setelah tahu bahwa suara karaoke yang dimaksud bule tersebut ternyata selawatan melalui pelantang suara.

BACA JUGA: Selain Mualaf, Bule yang Ngamuk Dengar Salawat Ini juga Mengaku Pernah Jadi Kru Film James Bond

“Bukan karaoke, selawatan,” jelas si ibu dari dalam rumah.

“Ya I know, solo..solo,” bule itu membalas.

Tak lama berdebat, bule itu pun marah dan mengancam untuk memblok masjid.

“I know.. Lagi semalam aku marah, aku blok masjid,” kata bule kepada bapak di rumah tersebut.

“Kalau kamu rusak masjid, enggak boleh, kamu melanggar,” pesan ibu dan bapak tersebut kepada si bule.

Perdebatan cukup lama terjadi antara bapak dan bule.

Bapak dan ibu lalu meminta bule tersebut pulang dan menyarankan untuk lapor ke Ketua RT.

Polisi, pada hari yang sama, menerima laporan dari warga terkait bule yang marah-marah akibat suara musala.

Lantas, bule tersebut langsung dibawa ke Polsek Ciampea dan diperiksa.

Polres Bogor, dalam akun Instagramnya @polresbogor, akhirnya merilis kronologi permasalahan tersebut.

Bule yang diketahui belakangan bernama Frank (62) itu ternyata mengidap gangguan emosi berlebih.

Maka dari itu, ia merasa terganggu saat ustaz Ade Syafei, sosok bapak dalam video tersebut, memimpin tadarusan Alquran di Musala Nurul Jadid.

Dilansir Tribunnewsberikut penjelasan dari akun Polres Bogor.

POLSEK CIAMPEA TANGANI KEJADIAN VIRALNYA BULE YANG MARAH-MARAH KARENA SUARA SHOLAWAT DI MUSHOLA

Menanggapi tentang viralnya pemberitaan dan video di media sosial terkait adanya warga negara asing yang marah kepada warga Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor yang mempermasalahkan terkait pengeras suara di musala.

Langkah yang ditempuh oleh Polsek Ciampea di antaranya menenangkan masyarakat lingkungan agar tidak bertindak reaktif selanjutnya menghubungi tokoh masyarakat sekitar di antaranya MUI Desa Ciampea dan memanggil kedua belah pihak serta menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah dan mufakat dan dihadiri oleh kedua belah pihak serta Kapolsek yang didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas. Dan memeriksa data data kewarganegaraannya (paspor dan visa), Minggu, 3 Juni 2018.

Kronologis awal yakni Polsek Ciampea Polres Bogor mendapatkan laporan dari warga bahwa di kampung Ciampea Hilir, Desa Tegalwaru, Kec Ciampea, Kabupaten Bogor telah terjadi kesalahpahaman antara warga yang melaksanakan acara tadarus dan mengaji di Mushola Nurul Jadid yang dipimpin oleh Ustaz Adi Syafei dan kemudian ada warga negara Prancis yang tinggal berdepanan dengan musala merasa terganggu sehingga menegur ustaz dan mengakibatkan cekcok mulut antara Mr Frank dan Ustad Ade Syafei pada Sabtu, 2 Juni 2018 Lalu.

Mr Frank (62) merupakan warga negara Prancis yang menikahi wanita Indonesia bernama Asmini (50). Istri Warga Negara Asing tersebut menjelaskan suaminya mengidap gangguan emosi dan bahkan untuk tidur pun ditempatkan di luar rumah.

Saat mediasi Mr Frank menyadari akan kesalahan yang diperbuatnya karena telah emosi dan mengeluarkan perkataan yang tidak sepatutnya diucapkan dikarenakan ia tidak mengetahui selawatan dan tadarus merupakan kegiatan umat Muslim.

Dalam mediasi yang dilakukan oleh Polsek Ciampea dihadiri oleh Mr Frank dan ustaz Ade Syafei menyatakan bahwa Mr Frank memohon maaf kepada Ustaz Ade Syafei dan warga sekitar atas perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Dalam video tersebut Frank memohon maaf secara langsung karena telah menyinggung umat Muslim.

BACA JUGA: Tertarik pada Wanita Muslimah yang Selalu Tertutup, Karen Nyatakan Jadi Mualaf

“Saya pribadi meminta maaf terhadap masyarakat Tegar Baru, Ciampea, dan umat Islam di Indonesia, umumnya atas perkataan dan perbuatan saya yang menyinggung umat muslim dikarenakan saya kurang memahami bahasa Indonesia,” katanya seraya menjabat tangan Ustad Ade Syafei.

https://www.instagram.com/p/BjjduRRgdPr/?taken-by=polresbogor


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *