kota berpenduduk wanita
Foto: Gelut.com

Ngeri, Mayoritas 7 Kota Ini Penduduknya Wanita, Ada dari Indonesia

Sebuah desa biasanya diisi oleh kaum laki-laki dan perempuan. Komposisi laki-laki dan perempuan memang harus seimbang dimana nantinya mereka akan mempunyai pilihan untuk menikah. Namun ada desa yang tak pernah kamu duga sebelumnya karena isinya mayoritas berjenis kelamin perempuan. Lalu bagaimana cara mereka memiliki keturunan?

 

Tersebar di berbagai penjuru dunia, 7 lokasi ini mayoritas penduduknya ternyata adalah wanita, melansir IDN Times.

 

Desa Wadon, Kabupaten Ngawi, Indonesia

 

Salah satu desa dengan penduduk mayoritas perempuan ada  di Indonesia. Tepatnya di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Setiap wanita yang menikah diberikan dua pilihan, yakni meninggalkan desa atau hidup terpisah dengan suami.

 

The Other World Kingdom, Republik Ceko

 

The Other World Kingdom (OWK) merupakan salah satu negara terkecil di dunia yang tergabung dalam Republik Ceko. Negara seluas 3 hektare ini sepenuhnya dikuasai kaum hawa.

 

Sayangnya, mereka memperlakukan pria secara semena-mena, misalnya menjadikannya sebagai budak. Adanya perlakuan yang sangat diskriminatif tersebut, akhirnya membuat OWK dibubarkan komite dunia.

 

Danau Lugu, Tiongkok

 

Tempat tinggal Suku Mosuo ini berada di kawasan Danau Lugu yang terletak di barat daya Tiongkok. Tempat ini sudah menjadi incaran para turis untuk melihat budaya dan tradisi setempat.

 

Para wanita suku ini terkenal sangat berkuasa terhadap kaum adam. Mereka bertugas mencari nafkah, sedangkan para pria bertugas layaknya ibu rumah tangga.

 

Gak hanya itu saja, Suku Mosuo memiliki tradisi “Walking Marriage”. Sebuah ikatan tanpa status, tanpa pernikahan. Hal ini terjadi karena dulu wanita sakit hati ditinggal suaminya yang melakukan perjalanan jauh.

 

Suku Garo, Meghalaya, India

 

Suku Garo juga menempati tempat bernama Meghalaya yang lokasinya berbatasan dengan Suku Khasi.

 

Suku Garo memiliki tradisi yang serupa, wanita berkuasa dan memiliki segala harta kekayaan. Hanya saja Suku Garo dikenal lebih agresif.

 

Hingga saat ini, Suku Garo masih menjaga tradisinya dalam mencari jodoh. Para pria akan dikumpulkan dalam barak dan menantikan kehadiran sang wanita. Para wanita bebas menentukan jodoh mereka melalui tradisi tersebut.

 

Noiva do Cordeiro, Brasil

 

Noiva do Cordeiro sangat populer dengan sebutan kota tanpa pria. Ada sekitar 600 wanita dengan rentan usia antara 20 hingga 35 tahun di kota di tenggara Brazil ini.

 

Para pria dewasa (umur 18 tahun ke atas) diminta melakukan urusan mereka jauh dari rumah, hanya boleh kembali di akhir pekan saja. Semua urusan kota sepenuhnya dijalankan para wanita.

 

Mereka percaya dengan begitu, kota lebih teratur, cantik, dan lebih tenteram. Tak ada larangan bagi mereka untuk menikah, tapi para pria harus siap dengan segala aturan mutlak yang berlaku.

 

Sakaka, Arab Saudi

 

Sama halnya dengan Brazil, Sakaka di Al Jawf bagian barat Arab Saudi hanya ditinggali wanita. Pasalnya, Arab Saudi sangat tegas dalam menjaga wanita dan pria yang belum menikah.

 

Aturannya juga lebih ketat, mereka harus menjaga aturan agama dan dilarang membawa masuk budaya asing. Setiap wanita di Sakaka dilarang berpakaian modis, bertingkah tomboi, menggunakan kamera, telepon seluler, dan internet.

 

Setiap wanita yang melanggar akan mendapatkan sangsi berat, bahkan siap untuk diusir dari Sakaka.

 

Suku Kasi, Meghalaya, India

 

Di suatu kawasan terpencil di negara bagian Meghalaya, India, terdapat suatu desa yang ditinggali Suku Khasi. Meskipun diperbolehkan adanya pria, tapi perlakuannya akan sangat berbeda.

 

Derajat wanita di sini sangat tinggi. Hal ini sangat terlihat ketika ada bayi baru lahir. Jika bayi tersebut laki-laki, mereka akan tampak biasa. Sedangkan, jika perempuan akan ada perayaan khusus.

 

Bila suatu keluarga hanya memiliki anak laki-laki, mereka diharuskan mengadopsi anak perempuan. Para pria tidak boleh mewarisi harta kekayaan atau berkuasa sama sekali. Semua harta gono gini, nama marga, dan sebagainya sepenuhnya dipegang wanita. []

 

 


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *