Hukum Mahar Pernikahan dalam Islam
Foto: frankiefightsfood

Nikah Itu…

Menikah adalah salah satu Sunnah Rasulullah. Sudah menjadi kodratnya setiap muslim untuk menyempurnakan setengah agamanya dengan menikah.

Tidak ada istilah nikah muda dalam Islam, saat seorang Muslim telah memenuhi niat dan syaratnya untuk menikah, Islam menganjurkan untuk menyegerakannya.

Menikah menjadi bisa melindungi seorang Muslim sehingga tidak jatuh pada perbuatan zina.

Jika ditelisik dari segi suku kata, nikah (نكاح) terdiri dari empat huruf yakni Nun (ن), Kaf (ك), Alif (ا), dan Ha’ (ح). Dan saat empat kata tersebut diuraikan maka akan menguak rahasia dari pernikahan.

Karena, Nikah itu adalah…

Nikah itu Nikmat

Nun adalah singkatan dari nikmat (نعمة). Pernikahan sesungguhnya adalah sebuah nikmat. Nikmat yang besar. Mulai dari akad nikah, malam pertama hingga keseluruhan masa berkeluarga adalah nikmat.

Getar-getar aneh sewaktu akad nikah adalah nikmat. Dari kesendirian menuju hidup bersama dalam cinta adalah nikmat. Hadirnya pasangan sebagai tempat berbagi dan pemberi motivasi adalah nikmat. Dan seterusnya.

Karena menikah adalah nikmat, maka ia harus disyukuri. Jika suami istri bersyukur, nikmat pernikahan akan bertambah, pernikahan menjadi barakah.

Nikah itu Kemuliaan

Kaf adalah singkatan dari karamah (كرمة): kemuliaan. Pernikahan membawa kemuliaan.

Dalam Islam, menikah disebut memenuhi separuh agama. Maka ia dianjurkan untuk memenuhi separuhnya lagi dengan meningkatkan taqwa. Sebab secara umum, orang yang telah menikah lebih mudah menjaga mata dan kehormatannya. Ia juga memikul tanggung jawab mencari nafkah dan nantinya mendidik anak. Hal itu membuatnya lebih dekat kepada taqwa dan orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.

Nikah itu Kasih Sayang

Alif adalah singkatan dari ulfah yang juga bermakna kasih sayang. Pernikahan pada hakikatnya adalah hubungan kasih sayang. Pernikahan tanpa kasih sayang akan gagal.

Untuk menumbuhkan dan menjaga kasih sayang, suami istri perlu memahami masing-masing pasangannya. Memang ada perbedaan antara pria dan wanita. Pria berorientasi pada hasil dan pecapaian prestasi, wanita berorientasi pada hubungan dan cinta. Pria umumnya tidak suka dinasehati saat ia meminta. Wanita umumnya suka bercerita untuk berbagi perasan agar lega, namun ia tidak suka jika ceritanya dianggap mencari solusi.

Berdoa dan saling menguatkan ibadah, khususnya shalat malam, adalah jalan menumbuhkan dan menguatkan kasih sayang.

Nikah itu Penuh Hikmah

Ha’ adalah singkatan dari hikmah (حكمة). Menikah itu banyak hikmahnya. Mulai dari hikmah psikologis, hikmah medis, hingga hikmah sosial.

Di antara hikmah pernikahan ditegaskan Rasulullah saat menyuruh para pemuda untuk menikah. “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah memiliki kemampuan, hendaklah ia menikah karena menikah itu dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan”

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (Ad Dzariyat: 49). []

Sumber: WebMuslimah


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *