Unik, Informatif , Inspiratif

Nisfu Sya’ban, Tak Sempat Puasa? Jangan Khawatir, Raih Keberkahannya dengan 3 Amalan Ini

0

Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki banyak keistimewaan. Bulan ini menjadi spesial karena Allah subhanahu wa ta’ala membuka lebar-lebar pintu rahmat dan ampunan pada bulan Sya’ban, terlebih di pertengahan bulan.

Selain itu, ada riwayat yang menyebutkan bahwa pada bulan ini segala amal yang dikerjakan oleh seorang hamba akan diangkat dan dihadapkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Itulah sebabnya barangkali pada bulan Sya’ban, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam banyak menjalani ibadah puasa melebihi dari bulan-bulan lainnya selain Ramadhan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai, yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dalam hadis di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.” (Lathoif Al Ma’arif, 235)

Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak amal ibadah pada bulan Sya’ban, khususnya menjelang ataupun setelah Nisfu Sya’ban. Salah satunya ibadah puasa.

Namun, mungkin ada sebagian orang yang tidak sempat menjalankan puasa.

Entah karena kegiatan yang terlalu padat entah pula pekerjaan yang begitu banyak sehingga terhalang untuk melaksanakan puasa Nisfu Sya’ban.

Bagi kaum wanita, puasa Sya’ban bisa jadi terlewat karena “tamu bulanan” sedang datang.

Apabila demikian keadaannya, tidak perlu khawatir.

Keberkahan Sya’ban tetap bisa diraih dengan sejumlah amalan yang dianjurkan.

Dikutip dari islamico disebutkan bahwa Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al Maliki di dalam kitabnya, Ma Dza fi Sya’ban, menjelaskan ada tiga amalan yang bisa dijalankan untuk mendapatkan berkah Sya’ban selain puasa.

1. Memperbanyak doa

Anjuran ini didasarkan pada hadis riwayat Baihaqi dari Abu Bakar r.a. bahwa Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

(Rahmat) Allah subhanahu wa ta’ala turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu, kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR. Al-Baihaqi).

2. Memperbanyak membaca dua kalimat syahadat

Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia.

Kalimat mulia ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih pada malam Nisfu Sya’ban seperti yang dikatakan Sayyid Muhammad bin Alawi:

“Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

3. Memperbanyak istighfar

Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Meski demikian, Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun yang mau bertobat kepada-Nya.

Karena itu, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi pada malam Nisfu Sya’ban.

Wallahu a’lam bishawab. []

 

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.