Unik, Informatif , Inspiratif

Nomophobia, Penyakit Takut tanpa Perangkat Mobile

0

 

, Nomophobia, Penyakit Takut tanpa Perangkat Mobile
Foto: Shutterstock

INSPIRADATA. Nomophobia adalah istilah yang menggambarkan rasa takut yang berkembang di dunia saat ini. Takut tanpa perangkat mobile. Selama dua hari, acara ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sosial di Al-Ahsa, dua spesialis di Apple dan Android, Mohammed Al-Arfaj dan Khaled Al-Shehab.

Rasa takut yang berlebihan dikaitkan pada anak-anak yang kecanduan akan perangkat pintar . Mereka menyiapkan presentasi yang bertujuan menyoroti keseriusan kecanduan anak-anak pada perangkat pintar. Mereka menunjukkan paket aplikasi yang berguna dan program pendidikan untuk anak-anak. Demikian dilansir Arabnews.

Abdullah Al-Khamis, ketua pusat, mengatakan, “Teknologi modern dan perangkat pintar yang berada di tangan sebagian besar orang adalah pedang bermata dua, setiap orang harus mendapatkan manfaat dengan menghindari kejahatannya”.

Sebuah organisasi penelitian yang berbasis di Inggris telah melihat kecemasan yang diderita oleh pengguna ponsel. Penelitian ini menemukan bahwa hampir 53 persen pengguna ponsel di Inggris cenderung menjadi cemas ketika mereka kehilangan ponsel mereka, kehabisan baterai, atau tidak memiliki jangkauan jaringan.

Sekitar 58 persen pria dan 47 persen wanita menderita rasa takut dengan tambahan 9 persen nuansa stres ketika ponsel mereka tidak aktif.

Penelitian ini dilakukan pada 2163 orang. 55 persen dari mereka tetap berhubungan dengan teman-teman atau keluarga ketika mereka tidak bisa menggunakan ponsel mereka.

Sebuah survei yang dilakukan oleh SecurEnvoy menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja lebih mungkin untuk menderita nomophobia. Survei yang sama melaporkan bahwa 77 persen remaja memiliki kecemasan dan kekhawatiran ketika mereka tidak memegang ponsel, kemudian diikuti oleh kecemasan pada kelompok orang berusia 25-34 tahun dan oleh orang-orang yang usianya lebih dari 55 tahun.

Beberapa psikolog mengungkapkan tanda-tanda orang yang terjangkit nomophobia, diantaranya, berpandangan negatif, usianya lebih muda (remaja), selalu mendapat penghargaan rendah (baik disekolah atau di tempat lain), memilik khayalan tinggi, cepat bertindak, merasa penting, dan selalu mencari sensasi.

Di antara siswa, penggunaan ponsel sering berhubungan dengan penurunan nilai rata-rata kelas dan meningkatkan kecemasan.

IPK menurun mungkin karena penggunaan ponsel atau komputer yang terlalu berlebihan, sehingga memakan waktu belajar, menghadiri kelas, mengerjakan tugas, bahkan sampai mengganggu saat pelajaran di kelas sedang berlangsung.

Penggunaan ponsel yang berlebihan dapat meningkatkan kecemasan karena tekanan yang ingin terus terhubung dengan jaringan sosial. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.