Foto: tabloidbintang

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Anda yang besar di tahun 80-an tentu tak asing dengan nama Obbie Messakh. Ya, Obbie populer tahun 80-an lewat lagunya yang berjudul Melody Memory. Ia adalah pria kelahiran Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur tahun 1958. Sejak kecil ia tinggal dan besar di Jakarta.

Ia sangat berperan dalam mencetak penyani-penyanyi yang kemudian namanya melejit dengan membawakan lagu-lagu ciptaannya. Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD. Hingga tak heran jika ia disebut sebagai raja musik pop Indonesia di tahun 1980-an.

Yang paling diingat tentu saja Betharia Sonata membawakan lagunya yang berjudul “Hati yang Luka”. Sampai-sampai Menteri Penerangan Harmoko ikut mengeluarkan komentar dengan menyebut lagu-lagu semacam itu cengeng.

Obbie muncul di blantika musik nasional pada tahun 1983. Saat itu, pasar musik nasional dikuasai oleh JK Records, sebuah perusahaan rekaman yang dimiliki oleh Judhi Kristiantho. Obbie dipilih JK untuk menjadi penulis lagu bersama Panca, Maxi Mamiri, Wahyu OS dan JK sendiri serta Deddy Dores.

Setelah lagu-lagu yang diciptakan Obbie disukai masyarakat, ia pun merilis album solo perdananya berjudul KAU DAN AKU SATU. Bebebrapa lagu dalam album tersebut pernah dibawakan oleh penyanyi-penyanyi wanita jebolan JK Records. Namanya pun kian melejit.

Karirnya mulai menurun sejak saat itu. Padahal banyak artis yag telah terkenal karena membawakan lagu-lagu karya Obbie juga berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD. Walaupun dicekal, ia tetap berkarya dan mencoba membuat lagu-lagu dengan nada ceria bahkan pop dangdut. []

Sumber: kapanlagi


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Saur Sepuh, Kisah Drama Melegenda, dari Radio ke Bioskop

Sandiwara radio Saur Sepuh memiliki banyak episode, dalam setiap episode ada 60 seri. Semua disiarkan setiap hari oleh berbagai stasiun radio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *