Unik, Informatif , Inspiratif

Obsesi Jadi Ayah 2,5 Ribu Anak, Donor Sperma AS Pancing Kemarahan Dunia (2)

0

Karena obsesi mendonorkan spermanya ini, “Joe Donor” berkeliling dunia dalam waktu yang lama. Perjalanan keliling dunianya ini tak lain untuk mewujudkan keinginanya menjadi donor sperma. Joe mengklaim bahwa dirinya telah menjadi ‘ayah’ bagi ratusan anak. Joe masih ingin ‘menghamili’ waniti sebanyak mungkin.

Joe mengklaim anak biologisnya sudah lebih dari 100 jiwa dan tersebar di seluruh dunia. Dia berambisi untuk menjadi ayah biologis dari 2.500 anak.

Kali ini Joe Donor mengincar wanita Australia untuk dijadikan ibu bagi anak-anaknya.

BACA JUGA: Cek Kehamilan Tanpa Test Pack?

Pemberhentian pertama Joe setelah penerbangan dari Chili adalah Melbourne. Dia bersama Sharney Malone-Bowen, salah satu recipient yang menemani Joe dalam tur Australia-nya.

Kesan Sharney ketika dia melihat pendonor sperma di terminal kedatangan adalah “dia sangat pendek”.

Sharney dan Liz memberi tahu bahwa mereka putus asa untuk memiliki anak, tetapi tidak mampu membayar biaya klinik IVF sehingga mereka menghubungi Joe. “Jujur saja itu adalah kesempatan yang tidak bisa kami ambil,” kata Sharney.

Alih-alih layanan inseminasi alami yang ditawarkan Joe, Sharney meminta pengiriman sperma Joe, yang ia lakukan kurang dari enam jam setelah tiba di Australia.

BACA JUGA: Mimisan Saat Hamil, Bahaya?

Sharney mengungkapkan perasaanya saat pertemuan pertama dengan Joe tidak nyaman. “Itu sangat canggung, tetapi saya mencoba membuatnya agar secepat mungkin,” katanya.

Joe mengklaim jumlah maksimum donor sperma yang ia buat dalam sehari adalah lima, dan juga mengklaim ia pernah memiliki dua keberhasilan di hari yang sama.

Namun Joe mengatakan kliennya tidak perlu mengetahui sejarah atau detail pribadinya setelah hamil.

Dalam kasus Sharney, upaya Sharney untuk hamil dari sperma Joe Donor tidak berhasil. Sharney mengaku sangat mengecewakan. “Terutama karena ada begitu banyak hype di sekitar Joe, kami benar-benar berharap akan ada keuntungan, tetapi mungkin tidak,” kata Sharney.

Tetapi setelah pengalaman itu, Sharney dan Liz mulai berpikir dua kali tentang Joe Donor dan malah memutuskan untuk berkonsultasi dengan klinik kesuburan. “Apa yang dia dapatkan dari itu?” kata mereka.

Sharney mengungkapkan keraguannya. “Itu masalahnya, sejujurnya saya tidak begitu yakin, ini benar-benar aneh,”

BACA JUGA: Kisah Perjuangan Pasutri Sampai Punya Anak Ini Bikin Haru

Dalam perjalanan yang sama ke Australia, Joe juga membantu Tracey dan Bella untuk mengandung anak lagi.

Salah satu dari tujuh anak pasangan itu, Braxton, merupakan hasil dari donor sperma, sehingga pasangan itu mengatakan mereka sudah akrab dengan konsep itu.

Tracey mengatakan mereka tidak terganggu dengan jumlah anak dari Joe Donor, selama upaya mereka berhasil.
Pengacara Stephen Page mendesak setiap anak yang lahir dari Joe Donor, untuk mengklaim tunjangan anak dan warisan darinya, dalam hal kematiannya. Pengacara Stephen Page juga memiliki pesan yang sangat kuat untuk Joe Donor sendiri.

Page mengingatkan Joe: “Mate, istirahat saja. Berhentilah melakukannya. Anda bukan Tuhan,”

Page melanjutkan keberatannya: “Anda mengacaukan kehidupan wanita-wanita ini, dan Anda berpotensi mengacaukan kehidupan semua anak yang Anda buat.”

Sementara itu Joe Donor mengatakan bahwa ia telah mengirimkan spermanya kepada wanita di Queensland, Victoria selatan, Adelaide dan Sydney.

Joe Donor mengaku tanpa malu bahwa dia telah melakukan hubungan seksual dengan setengah dari wanita yang dia kunjungi dalam perjalanannya di sekitar Australia.

Di lain pihak, Joe sendiri ragu bahwa dia mungkin secara tidak sadar terjangkit penyakit menular seksual dalam perjalanannya. “Risiko teoretis bahwa seseorang dapat memiliki penyakit yang memiliki gejala yang tak seorang pun bisa melihat atau merasakan…semua itu terdengar sangat teoretis bagi saya,” kata Joe.

Selama wawancara, nampak Liz Hayes jengkel oleh sikap Joe yang menunjukkan bahwa ia mempertaruhkan nyawa wanita dengan sengaja.

“Tidak, saya tidak, saya membantu wanita mencapai impian mereka. Tidak ada yang sakit,” kata Joe.

Menurut Joe, risiko sebenarnya adalah seorang wanita akan mati sebagai perawan tua tanpa anak.[]

SUMBER: SINDONEWS


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline