Unik, Informatif , Inspiratif

Oh Ternyata Ini Sejarahnya Susu Kental Manis

0

Susu kental manis (SKM), baru-baru ini tengah diisukan sebagai ‘Susu palsu’ karena disebutkan tak memiliki kadar susu di dalamnya. Terlepas memang benar seperti itu atau tidak, yang penting menyehatkan.

BACA JUGA: Benarkah Susu Bisa Kuatkan Tulang?

Di banyak negara, SKM digunakan sebagai topping atau bahan pembuat sejumlah hidangan penutup manis. Tapi, kira-kira kapan pertama kali tercipta, dan bagaimana sejarahnya?

Seperti dilansir Beverage History, Senin, (9/7/2018), susu mulai diproses sebagai solusi distribusi, karena susu segar seringkali sudah basi dan berubah menjadi asam ketika didistribusikan ke tempat yang jauh. Proses ini dilakukan agar susu menjadi lebih aman untuk dikonsumsi dan tahan lama.

Perlu diketahui, susu sebagian besar terdiri dari air dengan jumlah laktosa hanya sekitar 5 persen, serta lemak dan protein masing-masing 4 persen dari berat keseluruhannya.

Hal ini menyebabkan kadar air dalam susu secara substansial bisa dikurangi dengan cara merebusnya dengan temperatur rendah di dalam vacuum (alat dengan ruang hampa).

Cairan kental yang dihasilkan dari proses ini bisa disterilisasi untuk dibuat menjadi evaporated milk atau susu evaporasi, dan bisa juga dicampur dengan gula untuk dibuat menjadi SKM.

BACA JUGA: Bersihkan Paru-Paru Pakai Soda Susu, Memang Bisa?

Memang Inggris punya paten untuk proses ‘kondensasi’ pada tahun 1835, tapi seorang pria Amerika Serikat, Gail Borden lah yang berhasil membuat konsentrat susu dengan penguapan dalam ruang hampa dan menjualnya dengan kemasan seperti produk susu biasa.

Borden yang juga disebut sebagai pelopor susu proses atau olahan juga menciptakan susu kental kalengan yang diawetkan dengan cara menambahkan gula. Pada tahun 1856, ia pun mematenkan SKM.

Pada musim gugur tahun 1861, Commissary Department AS memesan 226 kilogram pertama SKM untuk Union Army. Dan pada 1899, sebanyak 24 pabrik mulai memproduksi SKM dan susu evaporasi untuk seluruh masyarakat di penjuru AS.

Di Eropa, konsumsi SKM meningkat pesat setelah pembentukan Anglo Swiss Condensed Milk Company di tahun 1865 dan adanya perdagangan ekspor.

Pada tahun 1890, harga SKM jatuh dan membuatnya bisa dibeli oleh kaum miskin. Ini kemudian membuat SKM semakin populer pada kuartal terakhir abad ke-19.

BACA JUGA: Ini Saran BPOM agar Aman Menikmati Susu Kental Manis (SKM)

Sejak dulu SKM memang lebih murah daripada susu segar, jika ia diencerkan dengan konsistensi yang sama. SKM juga bisa disimpan lebih lama sehingga lebih dipilih oleh mereka yang zaman dahulu tidak memiliki lemari pendingin di rumah. []

SUMBER: BEVERAGE HISTORY | VIVA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.