warisan budaya Islam
Foto: Dream

OKI Serukan Pelestarian Warisan Budaya Islam yang Terancam Punah

Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), mendesak anggotanya untuk melindungi dan menyelamatkan sisa-sisa warisan budaya Islam agar terhindar dari pembiaran dan penghilangan.

“Kita perlu segera bergerak dengan tujuan menyelamatkan warisan budaya kita yang kaya,” ujar Al-Othaimeen.

Dikutip Dream dari Arab News, Senin (6/11/2017), permintaan itu disampaikannya dalam konferensi internasional bertajuk Islamic Action for the Protection of Cultural Heritage, Turki, 1-2 November 2017.

Anggota-anggota OKI mendapat seruan dari Al-Othaimeen untuk berinisiatif dan bekerja sama untuk memulihkan serta melestarikan warisan budaya Islam yang keberadaannya di negara-negara Islam terancam punah.

Para anggota OKI diminta mengadopsi ketentuan kebijakan dan rencana perlindungan warisan budaya yang akan dikeluarkan pada Konferensi Menteri Kebudayaan ke-10, yang digelar di Khartoum, Sudan pada 21 hingga 23 November 2017.

Al-Othaimeen menekankan bahwa OKI telah berkomitmen untuk menjadi benteng dan pelindung warisan budaya dan identitas Islam. Ia juga mengatakan, OKI menempatkan tugas perlindungan warisan budaya di tempat-tempat suci pada prioritas tertinggi.

Al-Othaimeen menunjukkan bahwa pelestarian, perlindungan, dan pengayaan, warisan budaya akan berkontribusi untuk melawan penggerusan citra Islam.

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan OKI, Mehla Ahmed Talebna, dalam Konferensi Internasional tentang Warisan Budaya Islam Dunia ke-9, di Muscat, Oman, terdapat beberapa rujukan untuk melindungi peninggalan peradaban Islam.

Memori peradaban dan identitas budaya Islam menjadi hal yang penting untuk dijaga, contohnya ilmu pengetahuan kuno, pengetahuan sejarah, gagasan arsitektur tradisional, nilai universal, dan tradisi. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *