foto: The Jakarta Post

Om Peuyeum Bendul Om

foto: The Jakarta Post

Inspiradata. Demam Om Telolet Om memang tak pandang bulu. Siapapun dan kapanpun dapat terjangkit virus tren yang satu ini. Tak terkecuali warga Kampung Bendul, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani.         

Warga di Kampung Bendul menawarkan oleh-oleh khas yang sejak dulu terkenal—Peuyeum Bendul—dengan memanfaatkan adanya pengalihan kendaraan besar dari ruas jalan Tol Cipularang ke jalur lama karena adanya keretakan di ruas jembatan Cisomang.

Warga bersama aparatur pemerintah tampak berkumpul di sisi jalan, dengan bertambahnya kemeriahan setelah adanya kehadiran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Sambil membawa kertas karton bertuliskan ‘Om Peuyeum Om’ dan ‘Om Peuyeum Bendul Om,’ seraya berteriak-teriak menawarkan peuyeum bendul kepada sopir bis dan penumpangnya.

Lalu lintas di sepanjang jalur ini memang terlihat ramai sejak ditemukan retakan di jembatan Cisomang Tol Cipularang, pengalihan arus lalu lintas memaksa bus-bus menggunakan jalur lama sebelum tol tersebut digunakan.

“Ya bantu-bantu promosikan peuyeum, lalu lintas disini kan jadi ramai kembali karena pengguna jalan menggunakan jalur lama,” kata Dedi, lansir Pasundan Ekspres, Kamis (29/12/2016).

Asep, warga setempat yang ikut menawarka makanan khas Peuyeum Bendul kepada para sopir bis yang melintas mengaku ikut-ikut dengan warga lainnya untuk berteriak ‘Om Peuyeum Om.’

“Ini kan ikut-ikutan tren Om Telolet Om yang saat ini ramai dibicarakan. Seru-seruan saja sambil menawarkan makanan khsa Bendul lainnya seperti colenak, kicimpring, juga kerajinan tangan golek dan keramik,” ujarnya. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *