Unik, Informatif , Inspiratif

Optimasi Transportasi Publik, DKI Segera Terapkan Tarif Parkir Selangit, Berapa?

0

Penerapan tarif parkir baru akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Rencana ini dilakukan agar warga beralih menggunakan transportasi umum dan tidak menggunakan kendaraan pribadinya dalam beraktivitas sehari-hari.

Rencananya akan diterapkan sistem zonasi untuk tarif parkir pada 2019. Dengan sistem ini, tarif parkir mobil di zonasi Sudirman-Thamrin bisa berubah menjadi Rp69 ribu per jam dari saat ini yang berkisar Rp5.000 hingga Rp12 ribu per jam.

Dengan penerapan tarif parkir baru ini, Pemprov DKI ingin warga Selain menaikkan tarif pajak parkir, Pemprov DKI melalui Badan Pajak

BACA JUGA: Sandiaga: Parkir Meter Bukan Budaya Kita Tuh!

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, menegaskan, rencana kenaikan tarif parkir masih dikaji dan belum sampai dalam tahap penentuan harga tarif parkir.

Sigit menjelaskan kenaikan tarif parkir harus melalui revisi peraturan daerah (perda) perparkiran dengan turunannya peraturan gubernur (pergub).

“Kita belum bicara tarif parkir yang ditetapkan. Baru bicara kajian jumlah satuan ruas parkir. Di Sudirman-Thamrin itu satuan ruas parkir roda empat berjumlah Rp69 ribu dan roda dua Rp54 ribu,” papar Plt Kepala Dishub DKI.

Sigit juga menjelaskan Pemprov DKI akan mengurangi satuan ruang parkir di kawasan Sudirman-Thamrin seiring diterapkannya kenaikan tarif parkir di Jakarta pada 2019.

Sigit juga menjelaskan bahwa penerapan parkir mahal sementara akan dilakukan di kota. Hal ini untuk mendorong penggunaan publik transportation (angkutan umum). Pihaknya akan mengurangi ruang parkir di Sudirman-Thamrin termasuk menerapkan tarif yang lebih tinggi daripada hari ini.

Dishub DKI mencatat ruang parkir di kawasan tersebut dapat menampung hingga 64 ribuan untuk kendaraan roda empat dan Rp58 ribu untuk kendaraan roda dua.

BACA JUGA: Jalankan Tugas Derek Parkir Liar, Dishub DKI Kena Denda Rp186 Juta, Kok Bisa?

Pengurangan satuan ruang parkir ini, kata Sigit, untuk mendorong masyarakat memilih menggunakan kendaraan umum yang terintegrasi dalam Jak Lingko, baik berupa bus maupun kereta nantinya.

Sementara itu, penyediaan ruang-ruang parkir pada sejumlah titik di pinggir Jakarta, seperti di Lebak Bulus, dan Fatmawati, Jakarta Selatan, di luar yang bersinggungan langsung dengan fasilitas transportasi publik akan dibangun fasilitas park and ride.

Fasilitas itu diperuntukan kegiatan parkir kendaraan pribadi untuk kemudian dilanjutkan naik angkutan umum. []

SUMBER: MEDCOM


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline