Unik, Informatif , Inspiratif

Orang-Orang Beruntung yang Dipastikan Masuk Surga

0

1. Ja’far ibn Abi Thalib 

Di antara mereka yang diceritakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam masuk surga adalah Ja’far dan Hamzah. Dalam Sunan Tirmidzi,Musnad Abu Ya’la,Mustadrak al-Hakim, dan lain-lain diceritakan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,

رَأَيْتُ جَعْفَرَ بْنَ أَبِى طَالِبٍ مَلَكًا يَطِيْرُ فِى الْجَنَّةِ بِجَنَاحَيْنِ

“Aku melihat Ja’far ibn Abi Thalib sebagai malaikat yang terbang di surga dengan dua sayap.” (HR. Tirmidzi, Abu Ya’la, dan al-Hakim)

2. Hamzah ibn Abdul Muththalib

Imam Thabrani, Ibnu Adi, dan al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ الْبَارِحَةَ، فَنَظَرْتُ فِيْهَا، فَإِذًا جَعْفَرُ يَطِيْرُ مَعَ الْمَلَائِكَةِ، وَإِذًا حَمْزَةُ مُتَّكِئٌ عَلَى سَرِيْرٍ. وإسناده صحيح

Aku memasuki surga dan melihat ke dalamnya,ternyata ada Ja’far terbang bersama malaikat dan ternyata juga ada Hamzah bersandar di atas ranjang.” (HR. Thabrani, Ibnu Adi, dan al-Hakim)

BACA JUGA: Sepuluh Orang yang Mendapat Kabar Gembira Surga

Dinyatakan dalam hadis sahih bahwa Rasulullah bersabda,

سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ

Junjungan para syuhada adalah Hamzah ibn Abdul Muththalib.”

3. Abdullah ibn Salam

عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلَامٍ عَاشِرُ عَشْرَةٍ فِى الْجَنَّةِ

“Abdullah ibn Salam adalah orang kesepuluh dari sepuluh orang yang masuk surga.” (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, 4/25, nomor: 3870)

4.Zaid ibn Haritsah

Ar-Rauyani dan adh-Dhiya` meriwayatkan dari Buraidah bahwa Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ، فَاسْتَقْبَلَتْنِى جَارِيَةً شَابَّةً، فَقُلْتُ: لِمَنْ أَنْتِ؟ قَالَتْ: لِزَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ

Aku masuk surga lalu disambut oleh seorang budak wanita muda. Aku bertanya: ‘Milik siapakah engkau?’ Ia menjawab: ‘Milik Zaid ibn Haritsah’.” (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, 3/141, nomor: 3361)

5. Zaid ibn ‘Amr ibn Nufail

Ibnu Asakir meriwayatkan dengan sanad hasan, dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda,

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَرَأَيْتُ لِزَيْدِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ نُفَيْلٍ دَرَجَتَيْنِ

Aku masuk surga lalu aku melihat Zaid ibn ‘Amr ibn Nufail memiliki dua derajat.” (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, 3/141, nomor: 3362)

Zaid adalah orang yang menyerukan tauhid pada masa jahiliyah dan ia adalah pengikut al-hanifiyah agama Ibrahim.

6. Haritsah ibn Nu’man

Tirmidzi dan al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah bersabda,

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ، فَسَمِعْتُ فِيْهَا قِرَاءَةً، فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ قَالُوْا: حَارِثَةُ بْنُ النُّعْمَانِ. كَذَلِكُمُ الْبِرُّ، كَذَلِكُمُ الْبِرُّ

Akumasuk surga lalu di sana aku mendengar suara bacaan. Aku pun bertanya: ‘Siapakah ini?’ Mereka menjawab: ‘Haritsah ibn Nu’man.’ Demikianlah kebajikan. Demikian kebajikan.” (HR. Tirmidzi dan al-Hakim)

7. Bilal ibn Abi Rabbah

Imam Thabrani dan Ibnu ‘Adi meriwayatkan dengan sanad sahih dari Abu Umamah, dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ، فَسَمِعْتُ خَشْفَةً بَيْنَ يَدَيَّ، قُلْتُ: مَاهَذِهِ الْخَشْفَةُ؟ فَقِيْلَ: هَذَا بِلَالٌ يَمْشِى أَمَامَكَ

Aku masuk surga lalu aku mendengar suara terompah di depanku. Maka aku bertanya: ‘Suara terompah siapakah ini?’ Lalu ada yang menjawab:‘Ini adalah Bilal yang sedang berjalan di depanmu’.” (HR. Thabrani dan Ibnu ‘Adi)

Dalam Al-Musnad, dengan sanad sahih dari Ibnu Abbas, diriwayatkan dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

دَخَلْتُ الْجَنَّةَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ، فَسَمِعْتُ مِنْ جَانِبِهَا وَجْسًا، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيْلُ مَا هَذَا؟ قَالَ: بِلَالُ الْمُؤَذِّنِ

Aku masuk surga pada malam ketika aku di-isra`-kan lalu aku mendengar suara sayup di samping surga. Aku bertanya: ‘Wahai Jibril apakah itu?’ Jibril menjawab: ‘Itu adalah Bilal si muazin’.” (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, 3/143, nomor: 3367)

8. Abu Dahdah

Imam Muslim dalam Shahîh-nya, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad meriwayatkan dari Jabir ibn Samurah bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda,

كَمْ مِنْ غَدَقٍ مُعَلَّقٍ لِابْنِ الدَّحْدَاحِ فِى الْجَنَّةِ

Betapa banyak gelas yang digantung untuk Ibnu Dahdah di surga.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Abu Dahdah ini adalah orang yang menyedekahkan kebun baira`, kebun terbaik di Madinah, saat mendengar firman Allah subhanahu wa ta’ala:

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافٗا كَثِيرَةٗۚ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245)

9. Waraqah ibn Naufal

Dengan sanad sahih, al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah bersabda,

لَا تَسُبُّوْا وَرَقَةَ بْنَ نَوْفَل، فَإِنِّيْ قَدْ رَأَيْتُ لَهُ جَنَّةً أَوْ جَنَّتَيْنِ

Janganlah kalian mengumpat Waraqah ibn Naufal karena aku melihatia memiliki satu atau dua surga.” (HR. Al-Hakim)

BACA JUGA: Anak-Anak Kaum Mukmin yang Meninggal sebelum Baligh, Apakah Masuk Surga?

Waraqah telah beriman kepada Rasulullah ketika Khadijah datang bersama Rasulullah dan ia berharap kepada Allah untuk bisa menjumpai kemunculan Rasulullah agar dapat membantunya.

Wallahu a’lam bishawab. []

 

 

Sumber: Surga dan Neraka | Karya: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline