fakir
Foto: Pinterest

Orang-Orang Fakir yang Mendahului Orang-Orang Kaya ke Surga

Dalam kitab Shahîh-nya, Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah ibn Amr r.a. bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِيْنَ يَسْبَقُوْنَ الْأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِيْنَ خَرِيْفًا

Kaum fakir Muhajirin itu mendahului orang-orang kaya menuju surga pada hari Kiamat selama empat puluh tahun.” (HR. Muslim)

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Sa’id dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah bersabda,

فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِيْنَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِخَمْسِمِائَةِ عَامٍ

Kaum fakir Muhajirin itu masuk surga lima ratus tahun sebelum orang-orang kaya di antara mereka.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

BACA JUGA: Dibersihkan dan Disucikannya Kaum Mukmin di Akhirat sebelum Masuk Surga

Dalam riwayat lain, Rasulullah menjelaskan bahwa orang-orang miskin dari para sahabat Muhajirin itu tidak memiliki sesuatu pun yang harus dihisab di samping jihad yang mereka lakukan dan keutamaan yang dimiliki.

Imam al-Hakim dalam Mustadrak-nya meriwayatkan dari Abdullah ibn Amr r.a. bahwa Rasulullah bersabda,

أَتَعْلَمُ أَوَّلَ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِيْ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. فَقَالَ: فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِيْنَ يَأْتُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى بَابِ الْجَنَّةِ وَيَسْتَفْتِحُوْنَ فَيَقُوْلُ لَهُمُ الْخَزَنَةُ: أَوَقَدْ حُوْسِبْتُمْ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: بِأَيِّ شَيْءٍ نُحَاسَبُ، وَإِنَّمَا كَانَتْ أَسْيَافُنَا عَلَى عَوَاتِقِنَا فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى مِتْنَا عَلَى ذَلِكَ. قَالَ: فَيُفْتَحُ لَهُمْ، فَيَقِيْلُوْنَ فِيْهِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَهَا النَّاسُ

Apakah engkau tahu rombongan pertama yang masuk surga di antara umatku?” Aku (Abdullah) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Selanjutnya, beliau bersabda, “Kaum fakir Muhajirin itu akan datang pada hari Kiamat nanti ke pintu surga dan meminta untuk dibukakan pintu. Lantas para penjaga surga bertanya: ‘Apakah kalian sudah dihisab?’ Mereka menjawab: ‘Karena apakah kami dihisab? Sesungguhnya, pedang-pedang kami senantiasa berada di atas pundak kami di jalan Allah sampai kami mati dalam keadaan demikian’.” Abdullah berkata, “Lantas dibukakan pintu untuk mereka. Mereka pun tidur di dalam surga selama empat puluh tahun sebelum orang lain masuk surga.” (HR. Hakim)

Dalam Shahîh Bukhari diriwayatkan dari Usamah ibn Zaid, dari Nabi shallahu alihi wa sallam beliau bersabda,

قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِيْنُ وَأَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوْسُوْنَ، غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ

Aku berdiri di depan pintu surga, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin sementara orang kaya lagi terpandang masih tertahan (untuk dihisab). Namun, penghuni neraka telah diperintah untuk masuk ke dalam neraka.” (HR. Bukhari)

Dalam hadis-hadis di atas, jelaslah bahwa orang-orang miskin itu mendahului orang-orang kaya selama empat puluh tahun.

Dalam hadis lain disebutkan “lima ratus tahun”.

Titik temu kedua hadis ini adalah bahwa orang-orang miskin itu memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Demikian pula dengan orang-orang kaya sebagaimana dikatakan oleh al-Qurthubi.

BACA JUGA: Syafaat yang Mengantarkan Orang Beriman Masuk Surga

Apabila hitungan ini berdasarkan orang miskin yang paling awal masuk surga dan orang kaya yang paling akhir masuk surga serta orang kaya yang pertama kali masuk surga, temponya adalah empat puluh tahun, yaitu dengan melihat orang fakir pertama dan orang kaya yang terakhir.

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka | Karya: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *