Unik, Informatif , Inspiratif

Orang Tua Zaman Now Wajib Tahu, Ini 4 Dampak Buruk Bermain Game bagi Anak

0

Game merupakan salah satu hiburan yang paling digemari nyaris semua orang. Tanpa pandang usia atau jenis kelamin, bermain game baik dalam konsol maupun menggunakan smartphone, menjadi aktivitas yang tergolong menyenangkan untuk sekedar mengusir stres maupun meraih prestasi dalam game yang dimainkan.

Bermain game dalam waktu yang lama tanpa ada jeda sama sekali, ternyata memiliki banyak dampak negatif. Mau tahu apa bahaya bermain game? Dikutip dari plimbi.com, berikut adalah bahaya bermain game yang bisa berdampak pada anak-anak:

 

– Risiko Kegemukan

Hal ini juga sudah sering dialami para gamers akut. Tapi resiko obesitas atau setidaknya berat badan yang berlebih bisa mengancam anak-anak. Bahaya game ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas gerak yang dilakukan oleh anak karena ia lebih asyik duduk diam bermain game di handphone.

– Perubahan sikap pada anak

Sebuah kasus terjadi pada seorang anak yang baru berusia empat tahun. Dia sangat senang sekali bermain Angry Birds. Namun, ketika seorang ibu memintanya untuk berhenti memainkan game tersebut, sikapnya berubah menjadi sedikit agresif dan berani membentak.

Dan jika handphone yang dipegangnya dipaksa diambil, maka dia mulai menangis. Fakta ini menunjukkan bahwa akan ada sebuah kekhawatiran tersendiri bagi orang tua terhadap perkembangan kondisi mental sanga anak.

– Gangguan Mata

Menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, seorang play therapist, game di handphone, komputer maupun di gadget lainnya memang memiliki daya stimulus yang kuat bagi anak karena ada gerak dan suara. Namun, Memainkan game dalam kurun waktu yang lama akan membuat mata lelah.

Bukan hanya itu, lama-kelamaan mata akan terasa keram, sakit, mengalami gangguan penglihatan hingga berujung pada kerusakan.

– Gangguan pada radang sendi

Bahaya game lainnya datang dari sebuah penelitian di Inggris dan Amerika Serikat menemukan gejala sakit dan nyeri pada anak-anak setelah bermain game di handphone atau membuka aplikasi lainnya selama berjam-jam. Hal ini dipicu oleh gerakan tangan yang sama dan berulang-ulang saat anak bermain game di handphone. []

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.