, Orangtua Doakan Keburukan kepada Anak, Apakah Mustajab?
Unik, Informatif , Inspiratif

Orangtua Doakan Keburukan kepada Anak, Apakah Mustajab?

0

Keistimewaan orang tua dalam islam adalah mustajabnya dalam berdoa pada anaknya. Dari Abu Huraurah ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizhalimi.” (HR. Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Oleh karena itu, sebagai orang tua hendaknya berhati-hari ketika mendoakan anaknya. Hal ini diakrenakan doa baik maupun da buruk orang tua pada anaknya akan mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Tapi apakah doa buruk rang tua mustajab?

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan Juraij.” Lalu ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah siapakah Juraij?” Beliau bersabda, “Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).”

(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggilnya ketika ia sedang melaksanakan shalat, “Wahai Juraij,” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, “Aapakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, “Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, “Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij, sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.” Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.

Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menginap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, “Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari Juraij” jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja berkata, “Hancurkan rumah peribadatannya dan abwa dia kemari.” Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.

Raja lalu bertanya padanya, “Siapa ini menurutmu?” Juraij balik bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya, “Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, “Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “ (itu) di pangkuan (ibu)nya”. Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, “Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Ayahku penggembala sapi.”

Kontan sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?” Juraij menjawab, “Tidak perlu”. “Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu dari apa kami akan bengun rumah ibadahmu?”, Tanya sang raja. Juraij menjawab, “Bangunlah seperti semula.” Raja lalu bertanya, “Mengapa engkau tersenyum?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.”
(Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no.33. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no.25).

Dari kisah tadi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang orang tua, baik ayah maupun ibu, agar tidak mendoakan hal-hal yang buruk tentang anaknya. Karena mendoakan keburukan bagi anak merupakan salah satu bentuk kejahatan orang tua kepada anak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, atau anak-anak kalian, atau harta kalian. Jangan sampai kalian menepati suatu waktu yang pada waktu itu Allah Subhanahu wa ta’ala diminta sesuatu lantas Dia kabulkan doa kalian itu. (HR. Muslim)

Itu tadi ulasan singkat tentang apakah doa buruk orang tua mustajab. Semoga bermanfaat. Aaminn insya Allah. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.