Unik, Informatif , Inspiratif

Organisasi Game Ini Lobi WHO agar Cabut Aturan “Game Berbahaya”

0

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menghabiskan waktu hingga tahunan untuk membuktikan bahaya game bagi manusia.

Hal tersebut berujung pada keputusan memasukkan aktivitas bermain game yang dilakukan secara terus menerus, sebagai masalah kesehatan.

Keputusan tersebut tertuang dalam ICD-11 pada Juni 2018 dan dimasukkan dalam kategori disorders due to addictive behavior alias kecanduan.

BACA JUGA: Kapan Seseorang Dapat Disebut Kecanduan Gim?

ICD (International Statistical Classification of Disease and Related Problem) sendiri adalah sebuah sistem klasifikasi penyakit yang ditentukan berdasarkan gejala, tanda, dan penyebabnya.

Kecanduan

Definisi kecanduan menurut WHO, adalah situasi di mana seseorang tidak dapat mengendalikan kebiasaan bermain game, memprioritaskan bermain game di atas kebutuhan yang lain dan terus bermain game meski mengetahui adanya konsekuensi negatif.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Software Hiburan atau Entertainment Software Association (ESA) berupaya untuk melobi WHO mencabut keputusan yang telah ditetapkan sejak bulan Juni 2018 tersebut. Mereka akhirnya melakukan diskusi bersama WHO pada 3 Desember 2018.

Setelah diskusi tersebut, WHO akhirnya telah menyiapkan keputusan ICD terbaru yang bakal dipresentasikan di ajang World Health Assembly pada bulan Mei mendatang. Mereka juga mulai melakukan eksperimen untuk melihat apa saja dampak bermain game sejak 1 Januari.

Negara yang menjadi anggota eksperimen ini dapat memilih bagaimana cara implementasi klasifikasi dampak dari aktivitas main game yang dilakukan terus menerus.

BACA JUGA: Kapan Seseorang Dapat Disebut Kecanduan Gim?

Namun, pakar kesehatan mental negara tersebut harus melaporkan kepada WHO bagaimana sistem klasifikasi yang diterapkan di negaranya sebelum melakukan eksperimen.

Sebelumnya, ESA juga sudah memberikan pernyataan untuk menolak definisi penyakit gaming disorder. Menurut mereka, melakukan aktivitas bermain game selama berjam-jam tidak berarti menentukan adanya kelainan, melainkan karena alasan mencintai hobi bermain game. []

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.