Unik, Informatif , Inspiratif

OTT Pembuang Sampah Sembarangan di Bekasi, Bagaimana Teknisnya?

0 39

 

Dimana ada peraturan, disitu ada pelanggaran. Seperti begitulah kita. Nyaris dalam semua aspek kehidupan. Tak terkecuali dalam menjaga kebersihan. Seperti sangsi uang denda untuk pembuang sampah sembarangan yang tidak memberikan efek jera bagi pelakunya.

Keprihatinan ini dibenarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. Persoalan sampah bukan hanya tentang materi sampahnya saja, tapi juga perilaku warga yang belum disiplin menanganinya. Sayangnya Pendekatan hukum yang mengedepankan sanksi dinilai kurang efektif bagi kultur masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bekasi, Kiswati, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah memiliki perangkat hukum. Seperti Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Bekasi. Selain itu ada pula Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah.

BACA JUGA:Waduh, Sampah Bambu Penuhi Sungai Cikeas

Kiswanti menjelaskan bahwa, kedua beleid tersebut, menitikberatkan pada upaya Pemkot Bekasi untuk mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Cara lain yang masih dilakukan adalah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pembuang sampah di tempat-tempat umum. OTT ini dilakukan di semua wilayah.

Related Posts

“Kita sudah dan terus melakukan OTT pembuang sampah hampir di semua wilayah. Kita tugaskan petugas di malam hari untuk memantau, jika kedapatan maka tertangkap,” ujar Kiswati.

Menurut Kiswati, OTT pembuang sampah, tidak memandang bulu. Baik perorangan maupun badan usaha yang kedapatan membuang sampah akan diciduk. Kiswati juga menambahkan, bahwa bagi para warga yang tertangkap tidak diberikan sanksi pidana.

BACA JUGA:  Sampah Plastik Indonesia Sudah Mengkhawatirkan

Sanksi yang diberikan sebatas penahanan KTP dan yang bersangkutan diberikan pemahaman menyeluruh terkait pentingnya kesadaran akan sampah. Sayangnya cara ini pun belum memberikan efek jera bagi pelakunya.
Tapi ini bukan berarti DLH Kota Bekasi memiliki keinginan untuk menerapkan sanksi denda maupun kurungan penjara. Sebab, akan menambah pekerjaan jikalau setiap yang membuang sampah harus berurusan dengan Polisi.
Jadi sejauh ini Pemkot Bekasi berusaha tetap konsisten dengan cara persuasif.

Untuk mengatasi masalah sampah ini, dibuat juga bank sampah di setiap RW. Kisw menjelaskan, dari 1013 RW di seluruh wilayah Kota Bekasi, sudah ada 900 RW yang memiliki bank sampah. Sayangnya baru sekitar 200 RW dari 900 yang berhasil mengaktifkan bank sampah.

Masih kurang optimalnya pengeolaan bank sampah disebabkan karena perilaku warga yang malas mengelola sampah. Warga lebih memilih membayar petugas kebersihan untuk menangani semua sampah. Padahal, kata Kiswati, bagi RW yang berhasi mengelola bank sampah akan diberikan bantuan pinjaman bank, serta peralatan pengolahan sampah.

“Bank sampah ini salah satu bentuk keseriusan Bekasi terhadap sampah, baik dari kebijakan maupun anggaran,” pungkas Kiswati.[]

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline