, Pahala Orang yang Dighibahi
Unik, Informatif , Inspiratif

Pahala Orang yang Dighibahi

0

Membicarakan tentang keburukan orang lain disebut dengan ghibah. Sementara itu ada pula pahala bagi orang yang dighibah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’

Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’.

Rasulullah bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’.

Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’

Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” (HR. Muslim no. 2589)

Ghibah dalam Islam termasuk kedalam perbuatan dzalim sebab merugikan orang yang keburukannya diperbincangkan tersebut. Perbuatan ghibah ini diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.”(QS. al-Hujurat: 12)

Bagaimana jika diri kitalah yang menjadi perbincangan dalam ghibah yang dilakukan oleh orang lain?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengisahkan keadaan orang yang muflis (bangkrut).

“Tahukah kalian siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?”

Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai uang maupun harta benda.”

Kemudian Nabi menjelaskan,

“Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 6744 & Ahmad 8029).

Berdasarkan hadits di atas bahwa kelak di hari kiamat, pada waktu dilakukan hisab, pahala orang yang mendzalimi akan diberikan kepada orang yang didzalimi sampai kedzaliman itu habis.

Jadi, Anda yang merasa telah dighibahi tidak perlu merasa resah apalagi bersedih hati karena ada pahala bagi orang yang dighibah. Dan tidak perlu juga untuk balas mengghibahi orang tersebut. Ikhlaslah dan tawakal hanya kepada Allah, insya Allah akan dibalas dengan pahala.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.