Unik, Informatif , Inspiratif

Pakai Braket Ponsel di Motor Diancam Denda dan Penjara

Polisi Republik Indonesia (Polri) kembali memberlakukan aturan tegas khusus untuk pengendara motor. Yakni, penertiban pemasangan braket telepon seluler (ponsel).

Selain mengganggu konsentrasi, ponsel yang diletakan disetang atau spion motor bisa menyebabkan kecelakaan.

Umumnya, pengendara ojek online yang sering menggunakan braket ponsel agar memudahkan proses order online. Untuk para pelanggar, polisi akan memberikan denda sebesar Rp. 500 ribu atau penjara selama 2 bulan.

Related Posts
1

Parkir Semalaman, Ban Motor Ini Jadi Donat

Aturan tersebut tidak sembarang dibuat karena mengacu pada Pasal 279 UUD Lalu lintas yang berkaitan dengan pemasangan alat yang mengganggu keselamatan seperti braket ponsel.

Pasal 279 UUD Lalu Lintas menyebutkan, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalulintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan dan denda paling banyak Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)”.

Karena itu, buat pengendara motor yang masih memakai braket ponsel di motor lebih baik dilepas. Dengan konsekuensi penjara atau membayar denda. []

Tribunnews


Artikel Terkait :

Comments are closed.

Kamu Sedang Offline