Unik, Informatif , Inspiratif

Pakar Gestur Bantah Tudingan Jokowi Pakai Earpiece

0

Tudingan memakai earpiece saat debat capres putaran kedua terus diterima oleh capres no urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sebagian publik meyakini hal itu. Namun, sebagian lein khususnya timses Jokowi-Ma’ruf membantah tegas pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Apakah Ledakan di Area Nobar Debat Capres Bom?

Handoko Gani Pakar pendekti kebohongan menganilisis, bahwa sangat sulit jika menggunakan alat bantu komunikasi tersebut di tengah penggung debat yang menjadi pusat perhatian publik.

“Kalau itu earpiece enggak mungkin pasangannya mobile Handy Talk,” ujarnya.

Menurut Instruktur Lie Detector, jika Jokowi memakai earpiece pasti ada gerakan yang lebih frekuetif menekan atau menggeser sesuatu di depan kuping, bukan di daun atau gelambir telinga.

Earpiece yang muncul dalam tudingan merupakan earpiece yang canggih untuk operasi intelijen penyadapan atau penyamaran.

“Pasti ada command center-nya. Sebuah ruangan atau sebuah mobil yang dimodifikasi dengan peralatan canggih lainnya. Dan kemungkinan bukan hanya dipandu oleh satu orang, tapi panelis,” ujar pria yang juga dikenal sebagai pakar gestur tersebut.

“Tidak lancar alias berjeda. Apalagi momen pendiktean adalah berbarengan dengan ucapan Jokowi. Karena tidak ada waktu jeda panjang antara pertanyaan host dan jawaban,” tutur pakar Behavior Analysis & Investigative Interview dari Emotional Intelligence Academy, Manchester, Inggris.

BACA JUGA: Jelang Debat Capres Cawapres, Jubir BPN: Saya Usul, Peserta Jangan Bawa Contekan

Ia juga menjelaskan, seharusnya jika Jokowi memakai earpiece, kata-kata yang ia keluarkan tertata rapi. Tapi nyataya, kata-kata yang keluar dari mulutnya malah sebaliknya.[]

SUMBER: VIVA


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline