Pakar HAM, Pakar HAM Soroti Polisi dan Militer di Papua
Unik, Informatif , Inspiratif

Pakar HAM Soroti Polisi dan Militer di Papua

0

Beredarnya video yang menunjukkan seorang perwira polisi menggunakan ular hidup untuk mengintimidasi tersangka saat diinterogasi, tuai protes para aktifis HAM.

Dalam video yang beredar online, digambarkan seorang pria ditanyai tentang ponsel yang dicurinya sambil duduk dengan tangan tertambat di belakang, berteriak dengan sedih ketika seorang perwira mendorong ular ke wajahnya.

Tindakan Polisi di Papua memicu kemarahan karena menggantungkan ular di leher tersangka untuk membujuknya agar mengaku melakukan pencurian.

BACA JUGA: Heboh Spanduk PSI Bertuliskan Hargai Hak-hak LGBT, Ini Tanggapan Sekjen PSI

Para pakar hak asasi manusia (HAM) mendesak Indonesia untuk menyelidiki tudingan kekerasan oleh polisi dan militer di Papua.

Para ahli HAM, mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna mencegah penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh polisi dan pejabat militer yang terlibat dalam penegakan hukum di Papua.
Pakar HAM menyatakan: “Kami juga sangat prihatin tentang apa yang tampaknya menjadi budaya impunitas dan kurangnya investigasi terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.”

Para ahli itu juga menambahkan bahwa warga Papua telah diperlakukan dengan cara yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan. Hal ini yang mencakup beberapa pelapor khusus tentang adat dan hak asasi manusia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/2/2019).

Pihak kepolisian sejak itu meminta maaf dan menjanjikan tindakan disipliner terhadap anggotanya.

Para ahli menganalisa bahwa Kasus tersebut mencerminkan pola kekerasan yang meluas, dugaan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, serta metode penyiksaan yang digunakan oleh polisi dan militer Indonesia di Papua.

BACA JUGA: Isu Papua Merdeka “Dipolitisasi” di Selandia Baru

Menanggapi pernyataan PBB, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan polisi telah mengambil “tindakan tegas” atas penggunaan ular terhadap tersangka di Papua.

juru bicara Kementeria Luar Negeri, Armanatha Nasir memberi keterangan: “Polisi sedang melakukan penyelidikan dan telah menyatakan bahwa tindakan disipliner akan diambil sesuai dengan aturan dan peraturan serta kode etik polisi.” []

SUMBER: SINDONEWS | REUTERS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.