Foto: 7uplagi.com

Pakar Tektonik: Gempa Bumi Aceh Sangat Tidak Terduga

INSPIRADATA. Gempa Bumi yang terjadi di Pidie Jaya, Aceh pada Rabu (7/12/2016) bermagnitudo M 6,5, gempa kali ini telah menewaskan setidaknya lebih dari 90 orang, ratusan luka-luka, dan merobohkan tempat ibadah, rumah dan ruko.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa kali ini terjadi dengan mekanisme sesar geser mendatar. Pusat gempa tergolong dangkal, hanya 15 kilometer, sehingga goncangan terasa kuat di permukaan. Goncangan kuat itu yang mengakibatkan kerusakan berarti.

Pakar tektonik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano mengatakan gempa bumi yang terjadi di Aceh sangat tidak terduga.

“Gempa ini sangat tidak terduga. Sampai sekarang kita masih mencari sesar apa yang menjadi penyebabnya,” ujar Meilano, dikutip dari Kompas, Rabu (7/12/2016).

“Yang kami pahami bahwa sesudah gempa 2004, pelepasan energi dari gempa 2004 melepaskan tegangan di daratan Aceh sehingga terjadi gempa-gempa kecil didaratan tersebut, termasuk gempa tadi Subuh,” jelasnya.

Menurutnya, dengan magnitudo M 6,5 dan berupa sesar geser, gempa ini bisa mengakibatkan pergeseran 75 cm di permukaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menduga kuat gempa hari ini disebabkan oleh sesar Samalanga Sipopok. Sesar itu memanjang dari perairan Selat Malaka dan masuk ke daratan Aceh hingga mendekati Takengon.

Walau banyak sumber gempa di Aceh telah dipetakan, namun sejarah gempa yang ditimbulkan oleh sesar Samalanga Sipopok hingga kini belum diketahui.

“Kita belum punya referensi,” kata Daryono.

Di luar ketidakpastian itu, gempa kali ini memberi gambaran bahwa Aceh pun bisa dilanda gempa dengan mekanisme sesar mendatar serta berpusat pada kedalaman yang dangkal. []


Artikel Terkait :

About Irah Wati

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *