Pameran replika benda Rasulullah

Pameran di Solo Ini Sajikan Replika Benda yang Dipakai Oleh Rasulullah

INSPIRADATA. Gambar peninggalan Rasulullah nampak tersusun rapi dalam puluhan figura. Teroajang di dnding dengan papan kayu dan ditutupi kain hitam. Ada sekitar dua puluh lebih gambar benda-benda yang dipajang. Benda tersebut konon pernah digunakan Rasul semasa hidupnya. Misalnya saja tongkat, pedang, tempat minum dan lainnya. Demikian disitat dari Republika, Minggu (7/5/2017).

Di bawah gambar tersebut terdapat keterangan yang membantu pengunjung untuk memahami sejarah hingga fungsi benda-benda tersebut. Ada juga beberapa poster yang menceritakan kisah perjuangan sahabat Nabi, seperti Abu Bakar As Sidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan sayidina Ali. Semuanya tersusun rapi di pintu masuk ruang Pameran Replika Benda-Benda Bersejarah Peninggalan Rasulullah SAW yang di selenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro di Gedung Diponnegoro, Solo pada Sabtu (6/5).

Saat memasuki ruang pameran, replika bangunan Ka’bah berdiri gagah menyambut para pengunjung. Di sekeliling Ka’bah dihias oleh bongkahan batu besar untuk mendapatkan kesan hancurnya berhala saat kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Di ruangan ini juga pengunjung akan mendengar suara-suara burung dan bacaan surat Al-Fiil. Bersamaan dengan itu juga pemandu akan menjelaskan bagaimana kejadian saat Raja Abrahah hendak menghacurkan Ka’bah.

Berlanjut ke ruangan lainnya, pengunjung akan melihat ruang replika benda-benda kepunyaan Rasul. Di ruangan tersebut terdapat benda untuk berperang, seperti pedang, tombak, perisai dan masih banyak lainnya. Ada juga baju, sandal, sepatu, sisir yang terbuat dari kayu dan besi, cincin untuk stempel surat. Selain itu juga terdapat banyak wewangian, siwal, celak serta tanaman Rayhan. Di bagian lain juga pengunjung dapat melihat isi surat-surat yang pernah ditulis oleh Rasul untuk sejumlah Raja.

Pada sisi lain ruangan pameran, di atas meja panjang berjejer rapi sejumlah makanan yang disukai oleh Rasul. Terdapat roti gandum, labu putih, daging, kacang-kacangan keju, kurma. Selain itu ada juga air zamzam, madu, perasan air kismis, cuka dan susu. Setiap sajian makanaan terdapat secarik keterangan tentang keutaman, manfaat dan kisah makan dan minuman itu.

Beranjak keruangan lainnya, yakni Gua Hira. Di ruangan ini pengunjung akan merasa seperti berada dalam sebuah gua. Ruangan yang gelap dan sempit, aroma wewangian serta bacaan surat Al Alaq yang diputar membawa pengunjung merasakan suasana ketika Rasul pertama kali menerima wahuyu dari Allah SWT.

Masih ada ruang lain di pameran tersebut. Yaitu kamar Rasulullah dan kamar Siti Fatimah. Pengunjung diajak untuk melihat kesederhanaan hidup Rasul melalui kamarnya. Sebab, sama sekali tak ada barang mewah yang terpajang di dalamnya. Hanya tempat tidur, satu bantal dan meja kecil serta satu cangkir yang digunakan beliau untuk minum. Desain kamar pun dibuat semirip mungkin. Begitu pun kamar putinya Siti Fatimah, penuh dengan kesederhanaan.

Selain dapat melihat-lihat berbagai replika benda bersejarah yang ada, pengunjung juga diajak untuk menyaksikan film sejarah Islam yang dapat memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan.

Namara Dirgantara salah satu pengunjung pameran mengaku takjub usai melihat-lihat seluruh koleksi replika yang dipamerkan. Apalagi saat memasuki ruangan bangunan Ka’bah, gua Hira dan kamar Rasulullah. Sebuah kerinduan muncul akan sosok Nabi yang menjadi panutan, membuatnya berharap satu saat dapat menjadi tamu di Tanah Suci.

“Ini pertama kali saya mendatangi pameran benda-benda sejarah, meski replika tapi sangat mirip. Saya merasa merinding begitu masuk kamar seperti benar ada di kamar nabi, begitu sederhana,” tuturnya.

Pameran replika benda-benda bersejarah peninggalan Rasulullah berlangsung mulai 6-13 Mei. Pengunjung dapat datang langsung ke Gedung Diponegoro Jalan Kapten Mulyadi 221 D Pasar Kliwon Solo. Pameran dibuka dari pukul 08.00 hingga 21.00. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu per orang untuk tiket masuk pameran. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *