Unik, Informatif , Inspiratif

Panduan Menjadi Muslim Sejati Sesuai Ajaran Rasulullah

0

Masuk Islam itu mudah, menjadi muslim itu mudah, yang sulit ialah mengamalkan nilai-nilai Islam dan menjadi muslim sejati.

Saat ini tidak sedikit Muslim yang tidak mengamalkan nilai-nilai Islam dengan benar. Padahal penting bagi kita untuk menjadi muslim sejati.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Orang beriman (bergaul) bersama dengan manusia dan mereka merasa tenang bersamanya. Tidak ada suatu kebaikan pada orang yang tidak (bergaul) bersama manusia dan dengannya mereka tidak merasa tenang.”

Dalam menjalin pergaulan, umat hendaknya mencontoh apa-apa yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berperilaku yang baik kepada sesama. Nabi amat ahli melembutkan hati mereka dan mengajak mereka mengikuti dakwahnya  dalam kata maupun perbuatan.

Ada beberapa hal yang patut menjadi teladan, antara lain bersikap ramah, memudahkan persoalan, memperlakukan tiap orang dengan sama, rendah hati dan sebagainya. Dr Muhammad menambahkan ada empat sikap yang tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW dalam berhubungan dengan orang lain.

Keempat karakter itu antara lain: tidak suka berdebat, tidak suka bicara terlalu banyak serta tidak suka turut campur persoalan yang bukan urusannya. ”Rasulullah juga tidak pernah mencela seseorang,” ujar al-Hasyimi menegaskan.

Menurut al-Hasyimi, satu hal lagi yang  perlu diperhatikan dalam pergaulan atau menjalin persahabatan adalah mengedepankan saling tolong menolong. Nabi menganjurkan agar seorang Muslim tidak segan membantu sahabatnya yang membutuhkan bantuan. Muslim sejati, lanjut Dr Muhammad, akan mengikuti tuntunan Nabi dalam menjalin hubungan antarsesama, apakah mereka baik atau jahat, sehingga ia bisa diterima semua orang.

Persahabatan yang akan saling menyebarkan rasa kasih sayang juga ditekankan dalam Alquran. Seperti tertera dalam surat Ali Imran ayat 103,

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”.

Teman sejati bukan terbina atas dasar kepentingan semu, melainkan yang bisa saling memahami. Ia ada dalam suka dan duka. Pepatah menyatakan, lebih mudah mencari musuh ketimbang sahabat sejati.

Untuk menjadi seorang Muslim sejati memang kita sepatutnya mencontoh kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena beliau ialah Muslim yang paling patut diteladani. []

Sumber: republika.co.id


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.