bayi, PBB Resmikan Negara Ini yang Paling Aman untuk Bayi
Unik, Informatif , Inspiratif

PBB Resmikan Negara Ini yang Paling Aman untuk Bayi

0

Lembaga milik PBB untuk anak-anak, UNICEF menobatkan Jepang sebagai negara paling aman untuk kelahiran bayi.

Akses kesehatan yang berkualitas di negeri matahari terbit itu menjadi faktor pendorong rendahnya tingkat kematian bayi baru lahir. Di Jepang, 1 dari 1.111 bayi baru lahir meninggal dalam 28 hari pertama mereka pada 2016. Laporan terbaru dari UNICEF tersebut mencakup 184 negara.

Selain Jepang, negara di Asia yang berhasil masuk dalam 10 besar sebagai negara teraman untuk kelahiran bayi adalah Singapura, dan Korea Selatan.

Sementara, negara yang paling tidak aman untuk kelahiran bayi berada di Paskistan. Sebanyak 46 dari 1.000 bayi tidak berhasil melewati satu bulan kehidupannya.

“Seringkali, aanak-anak mati karena ibu dan bayinya kekurangan akses terhadap perawatan yang berkualitas dan terjangkau,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore, lansir Nikkei Asian Review, Rabu (21/02/2018).

Jepang dan negara lain dengan angka kematian bayi sangat rendah memiliki sistem kesehatan yang kuat dengan sejumlah pekerja di bidang kesehatan yang terampil.

Selain itu, negara-negara tersebut membangun sanitasi, infrastruktur, edukasi tentang kesehatan umum, dan memberikan jaminan akses universal terhadap perawatan berkualitas untuk penduduk segala usia.

Dalam laporan terbaru UNICEF menunjukkan, negara berpenghasilan tinggi memiliki tingkat kematian bayi lahir yang rendah. Rata-rata 3 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

Di negara berpenghasilan rendah, ada 27 kematian bayi per 1.000 kelahiran.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Ternyata, Indonesia masuk dalam 10 negara dengan jumlah kematian bayi paling banyak, bersama negara lainnya seperti India, Pakistan, China, dan Bangladesh.

Kendati Bangladesh merupakan negara berpenghasilan rendah di Asia Selatan, namun ada kemajuan signifikan dalam mengurangi kematian bayi baru lahir.

Pada 1990, angka kematian bayi di Bangladesh mencapai 241.000, namun berkurang menjadi 62.000 kematian pada 2016. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.