PBNU Tanggapi soal Rumah Eko yang Terkurung Tembok Tetangga

0

Rumah Eko Purnomo (37), warga Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Bandung, belakangan ramai diberitakan di sejumlah media. Pasalnya, rumah yang selama ini ia tempati sejak 2016 tak lagi dapat ditinggali lantaran tertutup tembok tetangganya hingga sulit untuk akses masuk ataupun keluar rumah.

Hal itu pun menjadi bahan perbincangan yang ramai di media sosial.

Banyak pihak, khususnya warganet, yang memberikan tanggapan soal kasus yang menimpa Eko Purnomo (37) dan keluarganya itu, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

BACA JUGA: Soal Rumah Pak Eko Tertutup Tembok Tetangga, Ridwan Kamil Bakal Turun Tangan jika..

Menurut Robikin Emhas, Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan PBNU menuturkan, perbuatan melawan hukum dengan sistem hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak didefinisikan hanya melanggar ketentuan legal formal.

“Tapi termasuk melanggar hak subjektif orang lain, bertentangan dengan kewajiban moral dan kesusilaan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, ‬Rabu (12/9/18).

Persoalan yang dialami awalnya tak membuat Eko Purnomo tinggal diam.

Ia terus berupaya untuk memperjuangkan hak akses atas rumahnya itu.

Sekira Agustus 2017, saat ada Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan, dirinya bahkan sempat memberanikan diri untuk bertemu dengan Jokowi, dengan maksud untuk meminta bantuan terkait rumahnya yang tertutup tebing bangunan.

Dari foto yang beredar, memang tidak ada yang aneh pada bentuk rumah.

Foto: Tribun Sumsel – Tribunnews.com

Hal yang menjadi viral karena depan rumah tersebut tertutup tembok milik tetangganya.

Tak tanggung-tanggung tembok dibuat setinggi 6 sampai 7 meter.

Di sekitar rumah tersebut tertutup tembok rumah yang masih dalam pembangunan.

Sedangkan, kanan dan kiri rumah sudah terbangun rumah bertingkat.

Tidak ada warga atau pun perangkat wilayah yang dapat menjelaskan terkait rumah yang tertutup tersebut.

“Sudah terkepung, tidak bisa dilihat. (Kalau mau lihat) harus lewat genteng tetangga,” ujar pemilik rumah Eko Purnomo (37) saat dikonfirmasi.

Sejumlah perundingan telah dilakukannya, tetapi tidak juga menemukan titik temu.

Ia pun bersama keluarganya memilih angkat kaki dari rumah tersebut.

BACA JUGA: Eko Ungkap Awal Mula Rumahnya Dikepung Tembok Tetangga

“Sempat berunding sampai dua hingga tiga kali, bersama dengan RT dan RW setempat, tidak ada titik temu,” kata Eko dikutip Okezone. []

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline