Masjid

Pelaku Pembakaran Masjid di Kanada: Saya Meminta Maaf Kepada Para Ulama

INSPIRADATA. Seorang pria yang merupakan pelaku pembakaran Masjid Hamilton September lalu meminta maaf ke para pemimpin Muslim. Itu dilakukan pada pertemuan tertutup saat berada di sel tahanan gedung peradilan sebelum persidangannya. Demikian disitat dari Republika, Jumat (12/5/2017).

Keith Frederick yang merupakan pelaku pembakaran, bertemu dengan perwakilan Masjid Ibrahim Jam-e sesaat sebelum persidangan. Sambil minta maaf, ia mengaku, sangat ingin maafnya diterima.

“Saya menyatakan kebutuhan saya atas pengampunan, saya meminta maaf kepada para pemimpin (ulama),” ujar Frederick.

Saat menjalani persidangan, Frederick mengaku menyesal atas kesalahan yang telah dilakukannya itu kepada Hakim Martha Zivolak yang memimpin jalannya sidang. Pria berusia 35 tahun itu belakangan mengaku sering memikirkan perbuatannya.

“Saya pikir itu semua mimpi, ketika saya menyadari apa yang telah saya lakukan, saya merasa malu,” kata Frederick.

Sebelumnya, Frederick mengaku bersalah pada 20 Maret atas pembakaran pintu depan masjid pada 14 September sekitar pukul 11 malam tahun lalu. Kerusakan masjid memang minim karena orang-orang yang lewat langsung memadamkan api.

Tapi, pengadilan tetap menyatakannya bersalah karena telah menciptakan dampak ketakutan dan kegelisahan mendalam bagi masyarakat, utamanya umat Islam. Jaksa Todd Norman meminta hukuman dua sampai dua setengah tahun penjara.

Faktor pendorong lain merupakan alasan perbuatan Frederick yaitu kebencian. Sedangkan, pengacara Frederic Vikram Singh menyarankan hukuman sekitar delapan bulan mengingat terdakwa telah jalani masa tahanan sejak penangkapannya. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *