Foto: QyGjxZ

Peluk Cium Suami Istri di Siang Hari Ramadhan Batalkan Puasa?

 

Seorang istri yang memeluk pasangannya dan menciumnya pada siang hari di bulan ramadhan hukumnya boleh. Hal itu disamakan dengan hukum suami yang memeluk dan mencium istrinya.

Adapun dalil yang menerangkan kebolehan mengenai hal tersebut terdapat dalam hadits berikut ini:

Aisyah berkata, “Bahwasanya Nabi memeluknya di bulan Ramadhan.” Kemudian Aisyah mengatakan, “Siapa di antara kalian yang paling dapat menahan kebutuhannya?” Dan Ummu Salamah mengatakan bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam menciumnya, demikian pula Aisyah mengatakan bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam menciumnya. Dan Aisyah mengatakan bahwasanya Nabi adalah orang yang paling dapat menahan kebutuhannya.”

Dalam kitab Bulughul Maram, hadits di atas termasuk hadits Muttafaq Alaihi dan lafadznya diriwayatkan menurut Muslim. Bahkan, dalam suatu riwayat juga ditambahkan: Pada bulan Ramadhan.

Nah, dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa suami atau istri yang memeluk dan mencium pasangannya di bulan puasa adalah boleh, dengan syarat seseorang tersebut dapat menahan kebutuhannya untuk berjima’ selama siang hari di bulan ramadhan. Waallahu’alam. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

ibadah hari raya idul adha

Fikih seputar Lebaran, dari Malam Takbiran hingga Shalat Ied

Fikih Lebaran di sini maksudnya adalah sejumlah hukum syara’ yang terkait dengan hari raya Idul Fitri, baik sebelum, pada saat, maupun sesudah shalat Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *