jus ganja
Foto: nutriculamagazine.com

Pemerintah AS Sahkan UU Tentang Kebolehan Ganja untuk Pengobatan Epilepsi

Pemerintah Amerika Serikat mengesahkan undang-undang yang memperbolehkan GWS Pharmeceuitcals Plc., menggunakan ganja untuk pengobatan epilepsi, Senin (25/6/2018).

Pengesahan tersebut termasuk memperbolehkan pasien usai dua tahun atau lebih untuk perawatan Dravet Syndrome (DS) dan Lennox-Gastaut (LGS).

BACA JUGA: Wow, Jus Ganja Diprediksi Jadi Tren Dunia

“Pengesahan ini sebagai titik kemajuan dan program pengembangan penggunaan bahan yang mengandung ganja untuk kepentingan terapi medi,” ungkap Scott Gottlieb, Komisioner Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat, lansir Reuters, Selasa (26/6/2018).

Obat epidiolex, mengandung cannabidiol (CBD), yakni salah satu unsur dari ratusan unsur yang ada di ganja dan mengandung kurang dari 0,1 persen tetrahydrocannabinol (THC), yakni komponen memabukkan dalam ganja.

GWS Pharma memiliki pasokan ganja dari rumah kaca yang ada di Inggris untuk mengolah dan memastikan kandungan yang ingin dimasukkan sebagai obat. Meskipun THC dalam ganja bisa mengakibatkan halusinasi dan paranoia, unsur CBD bisa digunakan untuk mengobati penyakit kejiwaan.

BACA JUGA: Walah, Kota Ini Dibeli untuk Dijadikan Wisata Ramah Ganja!

GW Pharma mengatakan kasifikasi komponen dalam ganja akan dilakukan selama 90 hari. Namun perusahaan belum memastikan harga untuk obat ini. Produsen obat GW Pharmeceuticals telah meneliti obat ini terhadap 500 anak-anak dan orang dewasa dengan perawatan menggunakan ganja.

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan AS (FDA), mengutip Associated Press, mengatakan epilepsi bisa diredam menggunakan obat berbahan ganja ini dipadukan dengan perawatan obat-obatan epilepsi. Sebelumnya FDA juga menggunakan ganja untuk mengobati penurunan berat badan bagi penderita HIV.

Minyak CBD saat ini dijual bebas secara online dan di toko khusus di seluruh Amerika Serikat, meskipun status legalnya masih belum jelas. Produsen minyak CBD mengatakan minyak diproduksi dari ganja yang mengandung sedikit THC yang bisa digunakan untuk produksi pakaian, makanan dan lainnya.

BACA JUGA: Oh, Ternyata Ini sebabnya Ganja Jadi Tanaman Obat

FDA sempat menyampaikan klaim produsen CBD bahwa produk ganja mereka bisa mengobati berbagai penyakit khusus seperti kanker atau Alzheimer.

Sembilan negara bagian dan Distrik Columbia telah melegalkan ganja untuk kepentingan pribadi. Sementara 20 negara bagian lain telah melegalkan ganja untuk kepentingan medis, namun pemerintah Amerika Serikat memperketat pengawasan dan klasifikasi unsur ganja untuk kepentingan medis, sama halnya dalam penggunaan medis yang menggunakan unsur narkoba heroin dan LSD. []

SUMBER: REUTERS | TEMPO


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Saudi Sepi karena Virus Corona, TKI Alman: Supir Taksi Nangis ke Saya 

Jalanan yang biasanya ramai dan macet oleh kendaraan, saat ini terlihat kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *