Unik, Informatif , Inspiratif

Pemerintah Otoritas India Beri 30.000 Pengungsi Sertifikat Tanah (Bagian 2)

0

Perlu diketahui bahwa India juga tak memiliki undang-undang untuk melindung lebih dari 200.000 pengungsi yang saat ini ada, termasuk dari Tibet, Sri Lanka, Afghanistan, Bangladesh, dan Rohingya dari Myanmar.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memberikan hak-hak terbatas pada beberapa kelompok pengungsi.

Tahun lalu, negara bagian Maharashtra memberikan hak kepemilikan tanah pada para pengungsi yang melarikan diri dari wilayah yang kini disebut Pakistan sekitar 70 tahun lalu, saat Pakistan memisahkan diri untuk kemerdekaan.

Pengungsi Chakma dan Hajong yang meninggalkan Bangladesh lebih dari lima dekade silam memiliki kewarganegaraan terbatas di India, tapi tidak memiliki hak atas tanah.

BACA JUGA: India luncurkan Satelit Teringan di Orbit

Adapun pengungsi asal Tibet mendapat tunjangan kesejahteraan, tapi tidak memiliki hak atas properti.

Hak pengungsi menjadi fokus dalam Rancangan Undang-undang Perubahan Kewarganegaraan 2019 yang mengusulkan memberi kewarganegaraan pada komunitas Hindu, Sikh, Jain, Budha, Kristiani, dan Parsi dari Afghanistan, Pakistan, dan Bangladesh yang datang ke India sebelum 31 Desember 2014. Rancanganan undang-undang ini telah memicu protes warga.

BACA JUGA: Takut Dideportasi ke Myanmar, 1.300 Muslim Rohingya Eksodus ke Bangladesh dari India

Achin Chakraborty, Direktur Institut Studi Pembangunan di Kolkata, Bengal Barat. Menjelaskan bahwa: “Kepemilikan lahan menjadi masalah untuk pengungsi jadi memiliki sertifikat akan membuat mereka merasa lebih aman,”

Chakraborty merupakan satu dari lebih 100 akademisi dan aktivis yang meminta Presiden India Ram Nath Kovind menolak RUU itu karena dianggap diskriminatif berdasarkan agama dan melanggar prinsip konstitusional untuk kesetaraan

Chakraborty menambahkan, “Tapi isu tentang tanggal pemotongan masih ada dan tidak jelas apakah memiliki sertifikat lahan itu cukup.” []

SUMBER: SINDONEWS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline