utang pemerintah indonesia

Pemerintah Tak Harapkan Kurs Rupiah Terlalu Kuat, Kenapa?

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemerintah tidak ingin nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terlalu kuat.

Pernyataan tersebut diutarakan, karena kurs rupiah yang terlalu kuat akan berpengaruh terhadap kinerja ekspor dan impor. Karena itu, pemerintah mendorong angka keseimbangan nilai tukar supaya rupiah tidak terlalu lemah maupun tidak terlalu kuat.

“Jangan dibilang sekarang sudah terlalu kuat, belum. Tapi kita nggak mau terlalu kuat,” kata Darmin, Jakarta, Rabu (13/09/1998) lansir Republika.

Menurut dia, nilai tukar rupiah yang terlalu kuat dan terlalu lemah akan berdampak pada sektor ekspor dan impor. Namun, Darmin enggan mengungkapkan berapa angka ideal nilai tukar rupiah.

Meski demikian, ia menyatakan nilai tukar saat ini mendekati angka fundamentalnya. “Fundamental itu nilai fair-nya berapa secara fundamental. Rasanya masih ada ruang sedikit lagi tapi nggak banyak,” ucap Darmin.

Sebelumnya, dalam RAPBN 2018, DPR mengoreksi asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pemerintah mengusulkan Rp 13.500 per dolar AS, sementara DPR memangkasnya 100 poin menjadi Rp 13.400. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *