Pemilu AS Beda, Ini Fakta-fakta Menariknya

pemilu-asINSPIRADATA. Pemilihan presiden Amerika Serikat yang sedang berlangsung sekarang, berbeda dengan pemilu-pemilu di negara lain. Pemilihan pejabat eksekutif dan legislatif di Amerika dilakukan secara langsung, namun khusus untuk pemilihan presiden, suara pemilih tidak diberikan langsung ke calon presiden, melainkan melalui electoral college.

Berikut adalah beberapa hal menarik soal pilpres Amerika, yang kami kutip dari beritasatu.com.

Waktu Pilpres
Pilpres Amerika digelar setiap empat tahun sekali. Pemungutan suara dilakukan pada hari Selasa setelah hari Senin pertama di bulan November.

Tiga Tahap Pemilihan
Proses dimulai dengan pemilihan pendahuluan dan kaukus, di mana masing-masing partai politik menyeleksi calon mereka secara internal. Setelah itu, digelar konvensi untuk memutuskan nama calon. Kemudian, calon terpilih akan menunjuk calon wakil presiden dan memulai kampanye nasional. Mereka juga melakukan debat dengan calon dari partai lain.

Calon dengan Suara Terbanyak, Belum Tentu yang Menang
Seperti umumnya, pemilih mendatangi tempat pemungutan suara untuk memilih. Namun, total jumlah suara yang terkumpul secara nasional atau popular votes tidak menentukan presiden terpilih. Belum tentu calon dengan suara terbanyak menjadi pemenang. Pasalnya, pemilih memberikan suaranya dalam electoral college, sehingga presiden terpilih harus memenangi mayoritas suara electoral college ini, atau disebut electoral votes.

Electoral College
Electoral college sama sekali bukan bermakna perguruan tinggi. Bahkan, dia juga bukan institusi, namun sebuah proses. Dalam electoral college, presiden tidak dipilih langsung, namun melalui proses di mana pemilih memberikan suara kepada “elector” dan kemudian elector inilah yang memberikan suara (electoral votes) kepada calon presiden. Proses tidak langsung inilah yang disebut electoral college.

Presiden terpilih adalah yang mendapat suara terbanyak dalam electoral votes, bukan popular votes. Proses ini merupakan ketentuan konstitusi AS, untuk menemukan jalan tengah antara pemilihan langsung dan pemilihan melalui Kongres.

Elector = Pemberi Suara
Elector adalah pemberi suara (electoral votes) untuk calon presiden mewakili pemilih dan partainya. Setiap negara bagian punya elector yang jumlahnya ditentukan oleh berapa banyak anggota Kongres (DPR dan Senat) dari negara bagian itu. Saat ini total ada 538 elector di seluruh AS, termasuk tiga dari Washington DC.

Setiap parpol memilih elector-nya masing-masing di setiap negara bagian. Di 48 negara bagian dan Washington DC, calon presiden yang unggul akan menyapu bersih seluruh electoral votes di negara bagian dimaksud, atau berlaku prinsip winner takes all. Sementara itu di negara bagian Maine dan Nebraska berlaku sistem proporsional sehingga perolehan electoral votes dibagi berdasarkan prosentase.

Ketentuan Pemenang
Lewat mayoritas sederhana. Karena ada 538 electoral votes, maka untuk menang kandidat harus mendapat minimal 270 electoral votes. Uniknya, elector secara konstitusi tidak wajib memilih kandidat seperti yang dipilih partainya sendiri, namun jarang terjadi elector membelot.

Bagaimana kalau tidak ada kandidat yang mencapai 270 electoral votes?

Jika tidak ada pemenang mayoritas, DPR akan memilih presiden dari tiga kandidat teratas.

Setiap negara bagian memiliki satu suara di DPR. Sementara itu wakil presiden dipilih oleh Senat dari dua calon wakil presiden teratas. Setiap senator punya satu suara.

Kalau DPR masih gagal memilih presiden sampai hari pelantikan, wakil presiden terpilih akan menjadi pejabat pelaksana presiden sampai kebuntuan di DPR selesai.

Empat Kali Pilihan Rakyat Tak Jadi Presiden
Pernah terjadi, bahkan sampai empat kali. Yang terakhir pada pilpres 2000 antara George W. Bush dan Albert Gore Jr. Sebagian besar pemilih Amerika memberikan suara untuk Gore, namun presiden terpilih adalah Bush karena dia unggul dalam perolehan total electoral votes di semua negara bagian.

Sekali lagi karena bukan popular votes yang dihitung, namun electoral votes. Prinsip winner takes all menjadi penyebabnya. Misalnya, di California terdapat 55 electoral votes. Pemenang di negara bagian itu akan menyapu bersih semuanya meskipun beda perolehan suara sangat tipis misalnya 50,1 persen melawan 49,9 persen.

Jadi bisa saja seorang kandidat mendapat suara lebih banyak secara nasional, tapi di sejumlah negara bagian yang memiliki electoral votes gemuk dia kalah, sehingga gagal menjadi presiden. Jadi kuncinya sekali lagi adalah merebut electoral votes sebanyak-banyaknya, bukan popular votes.

Pelantikan Presiden Baru
Hari pelantikan terjadi setiap empat tahun sekali tanggal 20 Januari (atau 21 Januari kalau tanggal 20 jatuh pada hari Minggu). Pengambilan sumpah dilakukan di Gedung Capitol, Washington, DC. Wakil presiden terpilih adalah yang pertama diambil sumpahnya, setelah itu sekitar tengah hari baru presiden terpilih dilantik dan melakukan sumpah jabatan. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *