Unik, Informatif , Inspiratif

Penasihat Khamenei Imbau AS Keluar dari Suriah

0

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Akbar Velayati, mengatakan Suriah adalah prioritas utama kebijakan luar negeri Teheran. berkata: “Mau atau tidak, Amerika harus meninggalkan Suriah.

Rencana Trump menarik pasukannya, yang terdiri dari 2000 tentara AS dari Suriah, telah mengundang kekhawatiran Barat . Kekhawatiran Baratkarena dengan ditariknya pasukan AS, Iran dapat leluasa meningkatkan pengaruhnya di Timur Tengah, dilansir Reuters, Kamis (7/2/2019).

Sebagaimana diketahui, kebijakan luar negeri Iran adalah mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara yang berlangsung hampir delapan tahun.

BACA JUGA: Selama Jadi Presiden, Trump Banyak Kehilangan Uang

Rencana Trump untuk keluar dai suriah, membuat berbagai pihak khawatir, bahwa tindakan Trump akan membuat para militan Islamic State atau ISIS yang terisa berkumpul lagi.

“Sekarang 90 persen tanah Suriah berada di bawah kendali pemerintah dan sisanya akan segera dibebaskan oleh tentara Suriah,” kata Velayati selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem di Teheran.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan kepada Moualem bahwa perdamaian di Suriah adalah prioritas. “Salah satu tujuan kebijakan regional dan luar negeri penting dari Republik Islam adalah stabilitas dan keamanan penuh Suriah,” tulis kantor berita Tasnim mengutip pernyataan Rouhani.

BACA JUGA: Diembargo AS, Pendapatan Negara Iran Malah Naik

“Membangun kondisi normal di Suriah dan mengembalikan orang-orang di negara ini ke kehidupan normal mereka,” lanjut laporan kantor berita Tasnim.

Moualem berada di Teheran untuk negosiasi sebelum pertemuan para pemimpin Rusia, Turki dan Iran digelar di kota resort Laut Hitam Rusia, Sochi, pada 14 Februari 2019. Pertemuan ketiga pemimpin tersebut untuk membahas krisis Suriah.

Secara terpisah, Laksamana Muda Mahmoud Mousavi, seorang wakil komandan angkatan bersenjata reguler Iran, mengatakan pada hari Rabu bahwa Teheran berencana untuk memperluas jangkauan rudal land-to-sea (darat-ke-laut) menjadi lebih dari 300 kilometer.

Negeri para Mullah itu telah memperluas program misilnya, khususnya misil balistiknya. Iran mengabaikan keprihatinan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Teheran menegaskan bahwa program misilnya murni defensif.

Uni Eropa mengatakan pada hari Senin bahwa mereka sangat prihatin dengan peluncuran dan uji coba rudal balistik Iran. Atas kekhawatiran ini, Uni Eropa dan mendesak Teheran untuk menghentikan kegiatan yang memperdalam ketidakpercayaan dan mengganggu stabilitas kawasan.[]

SUMBER: SINDONEWS | REUTERS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.