Unik, Informatif , Inspiratif

Penderita Stroke Menyebabkan Bicara Pelo?

0

Penyakit stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau sama sekali berkurang, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Dalam beberapa menit, sel-sel otak mulai mati. Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen.

Bergantung dengan jumlah darah yang terlibat serta lokasi area stroke di otak, orang yang mengalami stroke dapat menunjukkan berbagai tanda dan gejala mulai dari kesulitan bergerak atau berbicara hingga kelemahan otot atau kematian.

BACA JUGA: Bangun Subuh Terapi Penyakit Stroke?

Gangguan bicara merupakan salah satu gejala awal stroke. Jenis gangguan bicara yang terjadi bergantung dengan area lokasi stroke terjadi di otak dan seberapa besar kerusakan yang terjadi.

Sebagian besar pasien yang mengalami stroke sering kali mengalami keluhan bicara pelo, sehingga pengucapan kalimat menjadi tidak jelas dan orang lain menjadi sulit memahaminya. Keluhan ini tentunya sangat mengganggu karena dapat menetap selama beberapa waktu setelah stroke.

Bicara pelo disebabkan oleh kelemahan otot-otot yang berperan penting dalam berbicara seperti otot bibir, lidah, dan rongga mulut.

Kelemahan otot tersebut disebabkan oleh adanya gangguan aliran darah ke otak yang menyebabkan terkenanya bagian pengontrol gerakan otot rongga mulut di otak.

Bicara pelo akibat kelemahan otot dapat membaik dalam beberapa hari atau minggu, tapi dapat pula menetap.

Bicara pelo dapat menyebabkan gangguan komunikasi yang dapat memengaruhi kehidupan sosial penderitanya. Pada beberapa pasien, kondisi ini dapat menyebabkan isolasi dan rasa depresi. Oleh sebab itu, penanganan bicara pelo tidak dapat diabaikan.

Gangguan bicara seperti bicara pelo akibat stroke dapat ditangani dengan terapi wicara. Terapi wicara dapat membantu penderita stroke untuk dapat kembali berbicara normal dan memperbaiki komunikasi.

Terapi wicara bertujuan untuk menyesuaikan laju percakapan (tidak terlalu lambat atau terlalu cepat), memperkuat otot-otot yang diperlukan untuk bicara, meningkatkan support saat bernapas, memperbaiki artikulasi, dan membantu keluarga untuk dapat berkomunikasi dengan pasien stroke.

Beberapa tips untuk membantu agar komunikasi menjadi lebih mudah jika mengalami bicara pelo:

1. Bicara secara perlahan

Orang yang mendengarkan akan dapat memahami percakapan lebih mudah.

2. Bicara sedikit demi sedikit

Bicara per kata atau kalimat singkat sebelum berbicara dengan kalimat yang lebih panjang.

3. Konfirmasi

Penderita menanyakan kembali kepada orang diajak bicara apakah telah mengerti perkataan yang disampaikan.

4. Jangan memaksakan diri. Jika penderita merasa lelah, tak perlu memaksakan diri untuk berbicara karena kelelahan akan membuat perkataan penderitanya lebih sulit dipahami.

BACA JUGA: Inilah Protein Penyebab Penyakit Jantung, Stroke, dan Kanker

5. Bawa alat bantu

Penderita bisa menyiapkan kertas dan alat tulis untuk mempermudah orang lain memahami hal yang ingin disampaikan atau bisa pula menggunakan gerak tubuh, misalnya dengan menunjuk ke arah objek yang dibicarakan untuk membantu menyampaikan pesan.

Selain dari pasien, peran keluarga dan kerabat sangat penting untuk membantu proses kesembuhan penderita bicara pelo setelah stroke. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.