Calon Penghuni Surga
Foto: Calon Penghuni Surga (kabar makkah)

Penduduk Surga Tidur?

INSPIRADATA. Berbicara tentang surga –sebagai hamba– kita sangat berharap sekali agar di akhirat nanti dapat memasukinya. Berbagai balasan yang sangat baik dari Allah, menghadapi segala sesuatu yang mungkin dan tak ada di dunia tempat hidup sebelumnya.

Ketika berbicara tentang nikmat, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal tentang surga. Salah satunya tentang tidur. Apakah penduduk surga itu tidur?

Mengenai ini, hadits yang diriwayatkan dari Jabir, ia berkata, Rasulullah s.a.w bersabda:

Annaumu akhu al-maut wa inna ahla aljannah laa yanaamuun.

Artinya: Tidur itu saudara kematian, dan sesungguhnya penduduk surga itu tidak tidur

Dan riwayat lain dari Ath-thabrani, dari hadirts Mush’ab bin Ibrahim, dari Imran bin Ar-Rabi’ al-Kufi, dari Yahya bin Sa’id al-Anshari, dari Muhammad bin al-Munkadir, dari Jabir, ia berkata:

“Rasulullah s.a.w pernah ditanya, ‘Apakah penduduk surga itu tidur? Beliau menjawab, ‘Tidur itu saudara kematian, dan penduduk surga itu tidak tidur’.”

Dari jalur lain, riwayat Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata, “Seseorang pernah bertanya kepada RAsulullah s.a.w. Ia berkata, ‘Tidur adalah salah satu hal yang Allah jadikan senang mata kita sewaktu di dunia. Maka, apakah penduduk surga itu tidur?’ Rasulullah s.a.w menjawab, ‘Sesungguhnya kematian adalah sekutu (teman) tidur, sedangkan di surga tidak ada kematian.’ Para sahabat berkata,

‘Wahai Rasulullah, lantas apa istirahat mereka?’ Rasulullah s.a.w menjawab, ‘Sesungguhnya di Surga tidak ada kepayahan (keletihan). Seluruh urusan mereka adalah istirahat. Kemudian Allah menurunkan ayat, ‘Di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu’ (QS. Fathir: 35).”

Ibnu Katsir menyebutkan sanad-sanadnya lemah, namun tak ada salahnya kita ambil saja hikmah dan jawaban atas jawaban itu, dan semoga kita termasuk ke dalam penduduk di surga sana. Aamiin.

Referensi:
Ibnu Katsir, An-Nihayah fil Fitan wal Malahim


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *