Foto: All-free-download.com

Peneliti Gunakan Susu UHT untuk Hentikan Penyakit Lansia

Foto: All-free-download.com

UHT (Ultra High Temperature) merupakan metode pengawetan minuman. Metode ini dapat digunakan untuk minuman seperti jus buah, krim, sup kalengan, sup, dan cairan lainnya.

Namun, UHT lebih sering dilakukan pada susu. Susu UHT dapat bertahan lebih lama daripada susu pada umumnya. Hal ini terjadi karena susu UHT telah melalui proses pasteurisasi. Namun, terdapat peneliti yang mengklaim bahwa susu ini ternyata dapat menjadi kunci pengobatan baru untuk penyakit lansia.

Peneliti dari Australian National University membuktikan bahwa susu UHT yang dibiarkan dalam waktu lama dapat berubah menjadi gel.

Gel ini terbentuk dari dua protein dalam susu UHT yang menyatu setelah berbulan-bulan dan membentuk amyloid fibrils yang mendorong agar susu berubah menjadi gel.

“Gel ini kebetulan memiliki kesamaan bentuk dengan tumpukan plak amyloid yang terbentuk di otak dan memicu sejumlah penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson,” jelas salah satu peneliti, John Carver seperti dilaporkan ABC Australia.

Amyloid juga banyak ditemukan dalam pankreas orang-orang yang mengidap diabetes tipe 2.

Dari teori ini, Carver meyakini jika timnya dapat mencegah susu tersebut menjadi gel, maka mereka dapat mencegah atau bahkan mengobati penyakit-penyakit yang berkaitan dengan plak tersebut. Kebetulan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson umumnya ditemukan pada lansia atau biasa dikenal sebagai penyakit degeneratif.

BACA JUGA:
Seduh Susu Bubuk, Perhatikan Hal Ini Agar Probiotiknya Tak Hilang
Penelitian: Tidur Larut Malam Berdampak Positif, Tapi Awas Jangan Keseringan!

“Karena salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit itu adalah dengan menghentikan pembentukan plak tersebut,” imbuhnya.

Kendati demikian, Carver meyakinkan bahwa solusinya tidak berkaitan dengan konsumsi susu UHT itu sendiri. Di sisi lain, susu UHT juga tidak pernah dituding sebagai pemicu penyakit yang berkaitan dengan usia.

“Sebab susu UHT hanya memicu terjadinya plak setelah disimpan dalam waktu lama,” tegasnya.

Secara umum konsumsi susu UHT tidak disarankan diberikan untuk anak berusia di bawah satu tahun. Sebab susu UHT dikatakan mengandung protein dan kalsium tinggi, yang mana kandungan ini bisa melukai usus atau ginjal bayi yang belum kuat.

“Usus bayi kalau belum kuat bisa diare, kalau ginjal nanti bayi ada masalah dengan dehidrasi lho,” terang Dr dr Damayanti Sjarif, SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo beberapa waktu lalu.

Meski begitu, susu yang paling disarankan hanyalah susu segar. “Yang paling baik itu fresh milk dan jangan termakan sama iklan-iklan susu sekarang. Susu UHT atau fresh milk langsung itu lebih banyak nutrisinya dan nutrisi susu itu harus terus dikonsumsi. Tetapi bisa dengan cara lain, dairy product kan banyak, jadi tidak mesti minum susu,” jelas dr Piprim B. Yanuarso, SpA. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *