Unik, Informatif , Inspiratif

Peneliti: Perubahan Iklim Sebabkan Air Laut Berubah Warna

0

Dalam novel Inverno, Dan Brown, diceritakan ketakutan abdnormal yang ditimbulkan oleh silmulasi kombinasi dari pecahnya demografi manusia dan perubahan iklim ekstrim. Di dunia sains memang sudah banyak dibahas tentang dampak perubahan iklim terhadap kehidupan manusia.

Namun masih jarang mengkaitkan perubahan iklim dengan perbahan lautan.

Menurut studi terbaru, perubahan iklim juga dapat menyebabkan lautan berubah warna, dan ini akan berlangsung pada akhir abad ini. Perubahan warna lautan itu dijelaskan karena perubahan iklim secara signifikan mengubah fitoplankton di lautan dunia.

BACA JUGA: Setiap Hari Air Laut Meminta Izin kepada Allah

Dilansir dari laman Fox News, Rabu, 6 Februari 2019, ketika suhu laut naik – sekitar 4,8 derajat Fahrenheit – pertumbuhan plankton akan meningkat, membuat warna biru dan hijau lautan lebih hidup, karena sinar matahari berinteraksi dengan molekul air.

Jika fitoplankton lebih sedikit maka menyebabkan air laut terlihat biru. Sebaliknya jika fitoplankton berjumlah banyak, menghasilkan warna lautan yang lebih hijau.

Stephanie Dutkiewicz, seorang ilmuwan peneliti utama di Departemen MIT Bumi, Atmosfer, dan Ilmu Planet dan Program Bersama tentang Sains dan Kebijakan Perubahan Global menjelaskan. “ Model ini menunjukkan perubahan tidak akan tampak besar dengan mata telanjang, dan lautan akan tetap terlihat seperti memiliki daerah biru di area subtropis dan lebih hijau di dekat khatulistiwa dan kutub.”

Stephanie Dutkiewicz menambahkan juga: “Pola dasar itu akan tetap terjadi. Tapi itu akan cukup berbeda sehingga akan memengaruhi sisa jaring makanan yang didukung fitoplankton.”

BACA JUGA: Penjelasan Ilmiah soal Longsor Bawah Laut Penyebab Tsunami

Daerah yang sudah cukup biru, terutama daerah subtropis, akan menjadi lebih biru. Daerah-daerah yang kaya nutrisi, termasuk yang berada di dekat kutub, dapat berubah menjadi lebih hijau, karena suhu yang lebih hangat menghasilkan fitoplankton yang lebih beragam.

Menurut peneliti, satelit telah melakukan pengukuran warna laut secara terus-menerus sejak akhir 1990-an. Dengan mengamati pengukuran ini, tingkat cholorophyll dapat ditentukan, yang bisa jadi terkait dengan pemanasan global atau fenomena cuaca, seperti El Nino atau La Nina.

Dampak dari fitoplankton yang lebih sedikit akan menimbulkan efek berkurangnya karbon dioksida dari udara, yang membantu mengatur iklim.

Selain itu, fitoplankton juga menjadi makanan bagi makhluk laut lainnya, termasuk zooplankton yang merupakan makanan ikan.

“Itu bisa berpotensi sangat serius,” Dutkiewicz menambahkan tentang perubahan warna di lautan.

Stephanie Dutkiewicz menjelakn juga bahwa berbagai jenis fitoplankton menyerap cahaya secara berbeda. Lalu jika terjadi perubahan iklim, maka dapat memindahkan satu komunitas fitoplankton ke komunitas lain. Perubahan itu akan berdampak dalam mengubah jenis jaring makanan yang mereka support. []

SUMBER: VIVA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline