gadis Ateis
Foto: bbc.com

Pengakuan Rebecca Brown, Gadis Ateis yang Diasuh Keluarga Muslim

Rebecca Brown, 18 tahun, seorang gadis remaja Inggris, tidak pernah merasa terkekang dengan ajaran Islam yang berada di sekitarnya.

Rebecca sudah empat tahun tinggal di tengah keluarga Muslim. Karakter teroris sama sekali tidak ia temukan dalam kehidupan sehari-hari keluarga keturunan Pakistan itu.

“Saya bagian dari keluarga ini,” kata Rebecca kepada BBC.

Rebecca bahkan memanggil Muhammad Arshad dan Shanaz, yang merupakan orangtua asuhnya, dengan panggilan ‘ayah’ dan ‘ibu’. Dia sekarang telah memilih untuk tetap tinggal dengan keluarganya itu.

Rebecca ialah seorang gadis Ateis. Dia sangat ingin suaranya didengar setelah sepekan sebelumnya kasus gadis Kristen 5 tahun tertekan diasuh seorang Muslim ramai diberitakan di seluruh Inggris.

Penyebabnya, hanya karena pengasuh itu tidak bisa berbahasa Inggris. Pengadilan urusan keluarga pun menyatakan tidak ada masalah dengan kesejahteraan gadis kecil itu.

Berbicara kepada program siaran BBC, Victoria Derbyshire, Rebecca mengaku selain Arshad dan Shanaz, ” tidak ada lagi yang bisa saya sebut keluarga.” Panggilan ‘ayah’ dan ‘ibu’ sudah dia gunakan sejak tiga bulan tinggal bersama orangtua asuhnya.

Tinggal di tengah keluarga Muslim tentu membawa konsekuensi tersendiri bagi Rebecca. Teman-temannya sampai mengira keluarganya adalah teroris dan pembuat bom hanya karena agama mereka.

“Saya tinggal di keluarga ini seperti yang lain,” ucap Rebecca.

“Di waktu luang, saya tidak pernah belajar bagaimana caranya membuat bom,” kata dia melanjutkan.

Ibu asuh Rebecca, Shanaz, mengaku cukup tersiksa dengan pelbagai komentar miring seputar agamanya. Terutama seputar Rebecca yang tinggal di rumahnya.

“Orang-orang berpikir gadis ini akan kehilangan identitasnya, Orang-orang bertanya, ‘Apakah dia akan menjadi salah satu dari kamu?'” ucap Shanaz.

“Kami hanya mencoba memberikan anak ini pengasuhan terbaik di dunia,” ucap Shanaz.

Keluarga ini pun mengasuh gadis Kenya dan seorang anak Afganistan. Rebecca sangat bisa mempertahankan identitasnya sendiri, kata Shanaz.

“Rebecca akan menjadi Rebecca,” ujar Shanaz.

“Pembinaan bukan soal memaksakan agama. Pengasuh tidak untuk mengingatkan mereka,” kata dia.

Dia juga mengatakan kerap berbincang mengenai Islam dengan Rebecca, namun tidak pernah memaksa gadis itu untuk menjadi seorang Muslim. Demikian seperti dikutip dari Dream. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *