Pengamat Ekonomi: Gerakan Belanja di Warung Tetangga Bangun Kesadaran Ekonomi Umat

INSPIRADATA. Adi Wibowo, pengamat ekonomi, mengatakan bahwa keberadaan warung kecil milik tetangga dulu adalah urat nadi ekonomi rakyat. Para tetangga yang memiliki warung pada zaman dulu adalah para pemilik modal kecil, memberikan utang kebutuhan pokok para tetangganya yang dibayar saat gaji dibayar mingguan. Mereka adalah penggerak ekonomi rakyat.

“Mereka urat nadi ekonomi kerakyatan karena lahir dari modal kecil rakyat untuk bertahan hidup dari himpitan tuntutan kehidupan yang makin keras, sementara regulasi makin lama makin tidak berpihak pada pemilik modal kecil,” kata dia di Jakarta, Sabtu (17/12/2016).

Dilansir Republika, Adi menuturkan, hari ini memang kita menyaksikan kenyataan pahit struktur ekonomi pasar yang timpang, khususnya bagi pemilik modal lemah dengan pemodal kuat. Menurutnya ketimpangan ini membutuhkan kehadiran pemerintah lewat kebijakannya. Sehingga dapat mengurangi kondisi tersebut. Adapun andil yang dapat dilakukan pemerintah adalah memperbaiki kebijakan dan melakukan pengondisian regulatif yang memadai, dan memberikan pembekalan manajerial untuk pelaku usaha-usaha kecil.

Selain itu adi mengatakan, agar keberadaan warung tetangga tetap eksis, harus dibarengi dengan kesadaran membantu dengan cara berbelanja ke warung mereka. Langkah itu, adalah sebuah gerakan membangun kesadaran. Membangun kesadaran ekonomi umat.

Adi optimistis, bila kesadaran ini bisa dibangkitkan, kekuatan umat Islam sebagai konsumen bisa ‘membunuh’ pemilik modal besar yang tidak adil tersebut. Karena keuntungan pemodal besar itu bukan untuk bertahan hidup dan membangun umat, melainkan digunakan untuk semakin memperbesar usaha mereka, dan mereka adalah para kapitalis yang tamak.

“Gerakan belanja di warung tetangga ini memang mestinya kita dukung menjadi gerakan sosial. Persoalan tata kelola warung tetangga yang selama ini ada memang harus menjadi perhatian khusus,” tegasnya. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *