Unik, Informatif , Inspiratif

Pengungsi Rohingya Tolak Kembali ke Bangladesh dan Myanmar Jika tanpa Jaminan Keamanan

0 39

Bangladesh dan Myanmar secara resmi melakukan repatriasi atau pemulangan kembali Rohingya yang melarikan diri setelah militer Myanmar melakukan opeasi militer pada Agustus 2017.

Namun rencana pemulangan ini di tolak oleh Rohingya yang tinggal di kamp-kamp di Bangladesh. Para pengungsi Rohingya menolak pulang kembali ke Rakhine tanpa jaminan berupa pemberian kewarganegaraan, keamanan, dan akses yang sama untuk kesehatan dan pendidikan.

Bangladesh akhirnya menunda proses repatriasi Rohingya setelah masyarakat internasional termasuk PBB meminta pemulangan kembali Rohingya ditunda demi keselamatan mereka.

BACA JUGA: Bangladesh dan Myanmar Segera Pulangkan 2.000 Pengungsi Rohingya November Ini

Ternyata, seperti yang diduga oleh banyak kalangan, rencana pemulangan pengungsi itu mengalami penolakan warga Myanmar. Rencana itu telah memicu demo oleh sedikitnya 100 orang. Pada hari Minggu, 25/11/, mereka berunjuk rasa di Sitwe, ibukota negara bagian Rakhine, Myanmar. Para pendemo membawa spanduk merah dan menerikan slogan penolakan kembalinya Rohingya.

Chanel News Asia melansir, dalam demo itu seorang biksu mengatakan bahwa semua warga negara bertanggung jawab melindungi keamanan negaranya.

Pernyataannya ini disiarkan langsung melalui facebook live streaming.
Biksu itu menjutkan, “Tidak ada manfaat bagi kami atau negara kami jika kami menerima Bengali.” Yang dimaksud Bengali adalah Rohingya.

BACA JUGA:PBB: Aksi Genosida Rohingya di Myanmar Masih Ada

Pengunjuk rasa menuntut otoritas untuk bertindak menolak imigran ilegal dan tidak mengizinkan pengungsi yang lari pulang kembali ke Rakhine.

Unjuk rasa terjadi 10 hari setelah Bangladesh dan Myanmar secara resmi melakukan repatriasi atau pemulangan kembali Rohingya yang melarikan diri setelah militer Myanmar melakukan opeasi militer pada Agustus 2017. []

SUMBER: TEMPO

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline