Luar Angkasa

Penjelasan Al-Qur’an Mengenai Penciptaan Alam Semesta

INSPIRADATA. Pada permulaan abad 20, para astronom mulai mengamati bahwa alam semesta ini mengembang. Misalnya galaksi bergerak terpisah, terkadang mencapai kecepatan cahaya sekira 300.000 km/detik. Hasil pengamatan ini menimbulkan banyak perdebatan hingga menyimpulkan fakta bahwa alam semesta terus berkembang. Demikian disitat dari Okezone, Rabu (3/5/2017).

Jika kita meruntut kembali ke masa lalu ketika proses perkembangan itu bermula, maka akan sampai pada titik ketika materi, energi, waktu, dan tempat bertemu dalam satu titik yang ukurannya jauh lebih kecil namun memiliki masa dan energi yang sangat besar.

Kemudian para ilmuwan mengambil kesimpulan bahwa alam semesta ini awalnya adalah satu kesatuan yang kemudian dipisahkan oleh satu ledakan besar yang disebut Big Bang. Tapi, pernyataan tersebut sudah sangat jauh ada dalam Al-Quran, yang berbunyi,

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan di antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Surah Al-Anbiya Ayat 30).

Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’ dijelaskan teori ekspansi alam semesta telah menjadi subjek perdebatan yang cukup panjang. Para ilmuwan bertanya mengenai proses berkembangnya alam. Hal ini juga telah disebutkan dalam Alquran.

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama. Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya,” (Surah Al-Anbiya Ayat 104). []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *