Unik, Informatif , Inspiratif

Penjelasan Ilmiah Mengapa Berita Hoax Mudah Menyebar

0

INSPIRADATA. Sebuah penelitian menyatakan perhatian oranyg yang kurang dan banyaknya informasi di media sosial, menjadi salah satu pendorong menyebarnya berita palsu dan berita hoax dengan sangat cepat.

Dalam sebuah studi terbaru, dilansir dari Live Science, para peneliti melihat beberapa mekanisme potensial yang bisa jadi berperan dalam penyebaran informasi hoak atau keliru.

Para peneliti mencoba membagikan sebuah meme yang dimana akan terlihat perhatian seorang individu dalam menerima muatan informasi yang diunggah oleh pengguna media sosial akan mempengaruhi popularitas meme tersebut, baik yang berkualitas rendah maupun tinggi.

Para peneliti menganggap meme berkualitas tinggi lebih orisinil, memiliki foto yang indah dan memuat informasi benar. Hasil penelitiannya, mereka menemukan meme berkualitas rendah dan tinggi sama-sama memiliki kecenderungan untuk dibagikan. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian pengguna media sosial.

Para pengguna media sosial terlalu banyak mendapatkan informasi, sehingga tidak bisa membedakan mana meme yang berkualitas tinggi dan rendah. Temuan ini menjelaskan kenapa informasi hoax cenderung mudah menyebar meski memiliki kualitas yang rendah.

Para peneliti ini berharap pemahaman kenapa berita hoax mudah menyebar, dapat membantu ilmuwan lainnya untuk menciptakan alat yang dapat membatasi penyebarannya. Misalnya, dari hasil penelitian ini dapat diusulkan adanya alat untuk membatasi penggunaan bot pada media sosial.

Bot adalah program pada komputer yang secara otomatis akan menghasilkan pesan yang membanjiri media sosial dengan informasi hoax. Penggunaan bot ini akan membatasi penyebaran informasi yang keliru.

Aplikasi yang membatasi penggunaan bot akan berusaha mengurangi tingkat beban informasi yang diterima oleh para pengguna media sosial.

“Mendeteksi bot di media sosial adalah tugas yang sangat menantang,” kata Profesor informatika dan ilmu komputer di Universitas Indiana Filippo Menczer.

Menczer mengatakan, bot dalam jumlah yang sangat besar ini dapat dikelola melalui perangkat lunak khusus. “Jika platform media sosial dapat mendeteksi dan menangguhkan bot di media sosial yang menipu akan ada lebih sedikit informasi berkualitas rendah yang mengesampingkan informasi berkualitas tinggi,” kata Menczer.

Namun, dia menjelaskan, dalam membangun aplikasi yang mendeteksi bot ini terdapat beberapa tantangan, yaitu akurasi. “Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk merancang sistem deteksi bot yang cepat dan akurat, kata dia.

Sebelumnya, ada juga penelitian yang mengungkap kenapa informasi hoax bisa dengan mudah menyebar. Penelitian itu memperlihatkan proses kognitif seseorang yang mempengaruhi penyebaran informasi hoax.

Misalnya, orang akan cenderung membagikan informasi yang sesuai dengan kepercayaan mereka. Bahkan mereka tidak memperhatikan informasi yang tidak sesuai dengan kepercayaannya, apalagi informasi yang jelas-jelas bertentangan. []

 

Sumber: Republika


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.