motogp, Pensiun, Rossi?
Unik, Informatif , Inspiratif

Pensiun, Rossi?

0

 

Juara dunia sembilan kali itu mengalami musim terburuk di tahun 2019. Tak banyak yang bisa diingat oleh orang tentang Rossi sekarang. Banyak orang berpikir sudah waktunya bagi Valentino Rossi untuk mengucapkan selamat tinggal pada MotoGP. Benarkah?

Sepuluh tahun yang lalu, ketika Rossi sudah menjadi lelaki tua dari grid MotoGP, ia mengkhawatirkan anak-anak seperti Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Casey Stoner yang datang untuk menjemputnya.

“Mereka seperti hiu yang berputar-putar di sekitar saya,” katanya kepada wartawan saat GP Mugello 2009. “Jika saya tidak kuat, saya tahu mereka akan memakan saya dalam satu gigitan. Mereka melihat saya dengan sedikit darah yang mengalir dan mungkin mereka berpikir, ‘oke, sekarang saatnya’. ”

Stoner pensiun pada akhir 2012, Pedrosa pada akhir tahun lalu dan Lorenzo pada akhir November lalu, sementara Rossi terus menjadi prajurit, sekarang sedang mempersiapkan musim ke-25 di balap Grand Prix.

Ada banyak statistik Rossi yang menakjubkan, tetapi ini adalah yang paling mengejutkan: sejak balapan kejuaraan dunia dimulai pada tahun 1949, ada sekitar 940 Grand Prix, di mana Rossi telah berkompetisi di lebih dari 400.

Namun, 2019 adalah musim terburuk yang pernah dialami Rossi, terpisah dari dua tahun bersama Ducati. Selama 2019 ia membawa pulang rata-rata 9,1 poin dari setiap balapan, berbanding terbalik dengan 22,3 poin per balapan di musim terbaiknya, pada 2003.

Jadi apakah sudah waktunya bagi sang maestro yang sekarang sudah berusia 40 tahun itu untuk mengikuti jejak Stoner, Pedrosa, Lorenzo untuk masa pensiun?

Ini pertanyaan bodoh, tentu saja. Tetapi ada cukup banyak orang yang mengajukan pertanyaan ini kepada Rossi.

Mengapa orang berpikir Rossi harus pensiun? Ada beberapa alasan: dia tidak lagi cukup cepat, dia menodai warisannya, dia mengecewakan para penggemar dengan hasil yang kurang bagus, dan dia harus menyerahkan petualangannya kepada seorang anak muda.

Mari kita ambil satu per satu. Pertama, bukankah dia cukup cepat? Ya, memang benar bahwa Rossi bukanlah pria yang dulu. Rossi belum pernah lagi memenangi balapan dalam lebih dari dua tahun. Tetapi selama periode yang sama, Yamaha telah memenangkan tiga dari 47 balapan MotoGP, yang menunjukkan bahwa bukan hanya pembalap yang bersalah.

Rossi tentu tidak terlalu lambat. Dia mengalami beberapa akhir pekan yang buruk pada 2019, tetapi dia mencetak dua podium dan dua memmulai dari baris depan dan dia mencetak rekor lap baru di Sepang, balapan paling melelahkan tahun kemarin, yang dia selesaikan 5,9 detik di belakang rekan setimnya yang menang, Maverick Viñales. Jika kita mengubah hal tersebut menjadi persentase, kinerja balapan Rossi adalah 99,7 persen dari pemenang. Itu tidak lambat.

Yang terpenting, Rossi masih mencintai apa yang dilakukannya. Dia mencintai seluruh pertunjukan MotoGP: kehidupan paddock, dan yang paling utama adalah adrenalin setiap kali dia mengendarai pit lane dengan Yamaha YZR-M1-nya.

Rossi bisa menangani masa-masa sulit. Dia mengambil hasil yang buruk sebagai bagian dari balap yang tak terhindarkan, dan ketika segalanya tidak berjalan dengan baik, dia masih terpesona oleh proses mencoba menemukan jalannya melalui labirin teknologi MotoGP untuk meningkatkan kinerjanya.

Nah, masih perlu bertanya, “Pensiun, Rossi?” []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.