Unik, Informatif , Inspiratif

Pentingnya Masyarakat Indonesia Tunjukkan Pancasila Islami

0

Peneliti mengungkapkan pentingnya menunjukkan bahwa Pancasila adalah falsafah negara yang Islami.

Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila Syaiful Arif mengatakan bahwa pengikut gerakan ekstrem melihat Pancasila sebagai falsafah kafir yang tidak sesuai dengan kaidah Islam, karena dasar negara tersebut mengakomodir agama lain dan ideologi seperti humanisme, nasionalisme, serta demokrasi.

BACA JUGA: PPMI: Semangat Ketum PSI Tolak Perda Agama Bertentangan dengan Pancasila

“Maka kita perlu menunjukkan sebaliknya, bahwa Pancasila itu sebetulnya Islami,” tegas Syaiful dalam diskusi Overvies & Outlook Penanganan Terorisme di Indonesia, Selasa (22/1/2019) di Jakarta.

Ormas besar Indonesia: Pancasila Islami

Syaiful mengatakan, dua ormas besar Islam di Indonesia yaitu Nadhatul Ulama dan Muhammadiyah merupakan penjaga damai dengan menyimpulkan bahwa Pancasila mengamalkan nilai-nilai keislaman.

Syaiful menuturkan bahwa pada 21 Desember 1984, NU mendeklarasikan hubungan Pancasila dengan Islam.

Deklarasi itu, lanjut Syaiful, menyebutkan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang mengandung nilai-nilai agama Islam.

Oleh karena itu, imbuh Syaiful, menerima dan mengamalkan Pancasila merupakan perwujudkan umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.

“Maka tidak ada alasan untuk menolak Pancasila, jadi Pancasila dan agama tidak perlu dipertentangkan,” kata Syaiful.

Bagi NU, ujar Syaiful, akidah dan syariah Islam meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia.

BACA JUGA: Viral Video Jamaah Umrah Ikrarkan Pancasila, Ini Kata Din Syamsuddin

Bagi Muhammadiyah, lanjut Syaiful, negara pancasila adalah darul ahdi wa syahadah atau negara hasil konsensus bersama.

Muhammadiyah, ujar Syaiful, menerima Pancasila dan menganggapnya sebagai perwujudan nilai-nilai Islam.

“Di tengah keragaman agama dan bangsa, yang diminta Tuhan itu cuma satu, yaitu berlomba berbuat baik, bukan membela satu kebenaran,” kata Syaiful. []

SUMBER: ANADOLU INDONESIA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline