Unik, Informatif , Inspiratif

Penyakit Dekompresi Renggut Nyawa Penyelam Syachrul Anto, Apa Itu?

0 76

 

Setiap kehidupan memiliki cerita, begitu juga kematian. Gugurnya penyelam Syachrul Anto, saat berusaha mengevakuasi korban dan serpihan pesawat Lion Air JT 610 membawa cerita sedih tersendiri.

Sachrul adalah salah satu penyelam Indonesian Diver Rescue Team yang menjadi relawan Basarnas dalam usaha evakuasi korban pesawat lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11). Diduga Syachrul meninggal akibat penyakit dekompresi.

Penyakit dekompresi (PD) adalah penyakit atau kelainan yang disebabkan oleh pelepasan dan pengembangan gelembung-gelembung gas dari fase larut di dalam darah dan jaringan tubuh. Penyakit Dekompresi terjadi karena perubahan tekanan barometrik yang cepat, biasanya berupa penurunan tekanan udara di sekitar (dekompresi) secara tiba-tiba. Hal seperti ini sering terjadi pada penyelam.

Ketika kita bernapas, sekitar 79% dari udara yang kita hirupadalah nitrogen. Ketika kita turun di air, tekanan di sekitar tubuh kita meningkat, menyebabkan nitrogen untuk diserap ke dalam jaringan tubuh kita. Hal ini tidak benar-benar berbahaya dan itu sangat mungkin bagi tubuh untuk terus menyerap nitrogen hingga mencapai titik jenuh yang disebut, di mana tekanan dalam jaringan sama dengan tekanan di sekitarnya.

Masalah muncul ketika tekanan ini perlu dibebaskan. Dalam rangka untuk melepaskan nitrogen perlahan dari tubuh, seorang penyelam harus naik perlahan dan melaksanakan dekompresi berhenti jika diperlukan – ini memungkinkan nitrogen untuk perlahan merembes keluar dari jaringan tubuh dan baik segera kembali menjadi gas atau menjadi gelembung kecil tidak berbahaya yang pada akhirnya akan menjadi kembali ke gas. Proses ini disebut “Off-gassing” dan biasanya dilakukan melalui paru-paru.

Jika penyelam naik terlalu cepat dan nitrogen lolos dari jaringan tubuh terlalu cepat menjadi gelembung dalam tubuh maka menyebabkan penyakit dekompresi. Gelembung biasanya harus berada di sisi arteri dari sistem peredaran darah menjadi berbahaya – mereka biasanya tidak berbahaya di sisi vena.

Gelembung-gelembung gas dalam darah dan jaringan tubuh yang tidak sempat dibuang ini dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan tubuh, dan bahkan, hingga menyebabkan kematian. []

REDAKSI: KESIT SUSILOWATI | SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline