amalan pagi hari
Foto: sites.psu.edu

Penyakit Ini Bikin Seseorang Takut Sinar Matahari Bak Vampir

Vampir ternyata bukan sekedar cerita film belaka. Ada penyakit yang dapat membuat seseorang menjadi bak vampir. Dalam istilah medis, penyakit itu disebut porfiria alias xeroderma pigmentosum (XP). Telah dilaporkan bahwa satu dari 1 juta orang di dunia memiliki kondisi ini.

Pengertian porfiria

Dikutip dari HelloSehat, Porfiria adalah sekelompok gejala yang timbul saat proses pembentukan heme tidak berjalan sempurna. Heme merupakan bagian penting dari hemoglobin, yaitu protein pengantar oksigen dan pengikat zat besi dalam darah.

Dalam kondisi normal, pembentukan heme membutuhkan serangkaian proses kimia yang melibatkan banyak jenis enzim. Jika salah satu enzim yang dibutuhkan kurang, maka proses ini akan terganggu sehingga terjadilah ketidakseimbangan enzim pembentuk darah akibat penumpukan senyawa kimia yang disebut porfirin. Penumpukan porfirin ini akan menimbulkan gejala dan disebut porfiria.

Para ahli menyebut porfiria sebagai kelainan genetik langka yang umumnya diwariskan dan tidak menular.

Apa penyebabnya?

Porfiria secara khusus disebabkan oleh mutasi enzim perbaikan eksisi nukleotida. Saat berfungsi normal, enzim ini akan mengoreksi DNA kulit yang rusak akibat radiasi sinar UV. Mutasi menyebabkan enzim ini gagal bekerja sehingga kerusakan DNA menjadi permanen dan terakumulasi.

Dilansir dari Mayo Clinic, selain disebabkan karena adanya kelainan genetik, penyakit ini juga dipicu oleh beberapa faktor, meliputi:

  1. Paparan sinar matahari
  2. Obat-obatan tertentu, termasuk obat hormonal
  3. Merokok
  4. Sedang diet atau berpuasa
  5. Konsumsi alkohol
  6. Penggunaan obat-obatan terlarang
  7. Stres

Apa gejalanya?

Penyakit ini bisa menyerang sistem saraf maupun kulit, atau bisa juga keduanya, tergantung dari jenisnya. Gejala dari tiap jenis penyakit ini pun sangat bervariasi pada setiap orang tergantung dari tingkat keparahannya. Beberapa orang bahkan diketahui tidak menimbulkan gejala apapun.

Gejala porfiria akut

Porfiria akut umumnya menyerang sistem saraf yang bisa mengancam jiwa jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis. Gejala dari penyakit jenis ini bisa berlangsung dalam hitungan hari sampai minggu dan umumnya akan membaik secara perlahan.

Tanda dan gejala porfiria akut meliputi:

  1. Nyeri perut yang parah
  2. Nyeri di dada, kaki, atau punggung
  3. Sering kesemutan dan mati rasa
  4. Lemas atau paralisis
  5. Sembelit atau diare
  6. Mual dan muntah
  7. Urin berwarna kemerahan atau kecokelatan
  8. Tekanan darah meningkat
  9. Jantung berdetak cepat dan tidak beraturan (palpitasi)
  10. Kejang
  11. Masalah mental yang berkaitan dengan kecemasan, linglung, dan halusinasi

Gejala porfiria kulit

Jenis porfiria ini menyerang jaringan kulit, umumnya dipicu karena sensitivitas berlebihan terhadap sinar matahari. Bahkan beberapa orang juga sensitif terhadap cahaya buatan sekalipun, misalnya lampu ruangan. Karena hal tersebut, penyakit jenis ini sering memunculkan gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Kulit memerah dan melepuh pada bagian yang terpapar.
  2. Sering muncul nyeri dan bengkak yang tiba-tiba.
  3. Kulit tipis sehingga mudah rusak dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
  4. Sensasi terbakar atau terasa perih pada kulit, bahkan jika terkena cahaya lampu.
  5. Kulit berwarna lebih gelap dan berambut pada area tertentu, misalnya pada bekas luka melepuh.
  6. Mata merah teriritasi, dan pandangan kabur akibat paparan UV.

Umumnya gejala muncul pertama kali pada usia dini. Tandanya ialah kulit melepuh dan gosong terbakar parah setelah terpapar matahari hanya dalam beberapa menit. Apabila wajah dan kulit terkena sinar matahari walau sebentar saja, akan berakibat pada cepat mengering dan terlihatnya bintik-bintik kemerahan.

Cara satu-satunya untuk mencegah gejala penyakit ini tidak muncul ialah dengan sebaik mungkin melindungi tubuh dari paparan sinar matahari. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *