Unik, Informatif , Inspiratif

Penyakit yang Dialami Bayi Setelah Liburan

0

Sepanjang liburan biasanya para ibu asik menikmati susana tempat wisata yang sudah lama dinantai. Sehingga baby yang ikut dengannya pun sedikit terabaikan. Ini menyebabkan berbagai penyakit bayi timbul setelah liburan.

Selama perjalanan, bayi mungkin saja harus ganti popok. Tapi, keadaan yang tidak memungkinkan membuat ibu berpikir, “Nanti sajalah di rumah.” Atau tidak mengganti popoknya berbeda merk. Belum lagi makanan yang berbeda dari biasanya. Perbedaan cuaca pun ikut berpengaruh.

BACA JUGA: Ini Nama-nama Bayi yang Diharamkan dalam Islam

Nah, berikut ini beberapa penyakit bayi yang muncul setelah liburan:

1. Ruam

Untuk mengatasinya, bersihkan area kelamin dan bokong bayi dengan air dingin, kemudian keringkan dengan handuk lembut hinga benar-benar kering. Lalu, oleskan baby rash cream pada kulit bayi yang terkena ruam. Jika ruam malah semakin parah dan anak semakin rewel, bawa ia ke dokter.

2. Diare

Ini bisa terjadi karena makanan yang berbeda, atau ibu memberi makan ke bayi dan lupa cuci tangan. Bayi yang terkena diare dapat dideteksi dengan intensitas BAB yang lebih sering, warna tinja yang berubah, muntah-muntah hingga demam di atas 39 derajat celcius.

Cara mengatasinya dengan memberikan ASI lebih sering untuk menghindari dehidrasi. Ganti popok begitu bayi BAB, dan berikan makanan rumah pada bayi. Untuk bunda yang masih memberikan ASI, kurangi makanan yang pedas dan minuman bersoda, karena setiap makanan atau minuman yang Anda konsumsi akan berpengaruh pada ASI.

Jika diare semakin parah, segera bawa ke dokter untuk penanganan yang lebih tepatnya.

3. Demam

BACA JUGA: Berikan Sosis Sebagai MPASI untuk Bayi, Bolehkah?

Perbedaan cuaca bisa berpengaruh terhadap orang dewasa pun, apalagi pada bayi. Belum lagi bayi yang mungkin kelelahan.

Tanda-tandanya, bayi tampak lemas dan tidak selera makan. Coba cek suhu tubuh bayi menggunakan termometer. Jika terkena demam ringan (suhunya mencapai 37 derajat celcius), kompres menggunakan kompres gel atau kompres air hangat 1 derajat di atas suhu tubuh anak.

Setelah itu, ganti pakaian bayi dengan pakaian yang nyaman serta peluk bayi skin to skin. Apabila bayi suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, jangan memberikan sembarang obat penurun demam. Konsultasi terlebih dahulu pada dokter anak.[]

AYAH BUNDA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.