Pelajar di Purwakarta

Peraturan Unik Begini Hanya ada di Purwakarta


Purwakarta sebuah kota kecil yang sedang bersemi diantara Bandung, Karawang dan Subang. Apa yang terlintas ketika mendengar kata Purwakarta? Beberapa akan teringat tentang Waduk Jatiluhur, Bahasa Sunda, tol Cipularang atau justru masih membayangkan di mana sebenarnya letak Purwakarta berada.

Selain, wilayahnya yang strategis, pesona wisata alam yang populer, Purwakarta juga memiliki keunikan tersendiri. Jika dibandingkan dengan kota-kota lain, Purwakarta punya peraturan daerah yang lain daripada yang lain.

terhitung sejak Oktober 2015 Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, memberlakukan peraturan unik. Aturan Bupati Nomor 70 A Tahun 2015 tentang Desa Berbudaya dan beberapa kebijakan baru yang menyusul di tahun 2016 menjadi terobosan yang unik. Peraturan ini diperuntukkan khususnya bagi para remaja atau anak di bawah umur.

Dilansir dari Hipwee, berikut ini peraturan-peraturan unik di kota Purwakarta:

Anak remaja yang berusia di bawah umur dilarang mengendarai kendaraan bermotor, terutama ke sekolah. Para pelajar di Purwakarta dilarang membawa sepeda motor ke sekolah. Sebagai gantinya, Bupati Purwakarta membangun jalur sepeda khusus untuk mereka. Kebijakan ini dikeluarkan pasca-insiden pelajar dengan sepeda motor menabrak lima siswa SD hingga merenggut satu korban jiwa beberapa waktu lalu. Jika ada pelajar yang melanggar aturan tersebut, maka sanksinya adalah tidak naik  kelas. Juga pencabutan subsidi pendidikan dan kesehatan yang dijaminkan oleh Pemkab Purwakarta. Berkenaan dengan itu pihak Kapolres Purwakarta pun kerap melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Anak usia sekolah dilarang berada di luar rumah lebih dari pukul 21.00 WIB. Peraturan ini juga diwajibkan bagi para pelajar terutama yang masih di bawah umur untuk tidak berkeliaran di luar lingkungan rumah selepas pukul 21.00 WIB. Sebagai upaya untuk menertibkannya, pemerintah telah memasang CCTV di tiap-tiap sudut desa. Tim khusus sudah disiapkan untuk memantau kegiatan warga termasuk para pelajar ini. Jika kedapatan ada pelajar di bawah umur yang masih berkeliaran selepas pukul 21.00 WIB, maka akan diberi peringatan termasuk kepada orang tuanya.

Dilarang berdu-duaan dengan lawan jenis alias pacaran. Pelajar yang berumur di bawah 17 tahun dilarang pacaran, karena untuk melindungi remaja Purwakarta dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti seks bebas dan kehamilan di luar nikah. Pemerintah menyosialisasikan peraturan ini ke setiap orang tua yang memiliki anak remaja yang masih di bawah umur. Peraturan ini juga bermanfaat untuk mengembalikan semangat anak muda khususnya remaja di bawah umur untuk lebih mengembangkan potensinya di bidang akademis maupun non akademis ketimbang memikirkan soal pacaran. Kalaupun bukan pelajar atau sudah cukup umur, peraturan tetap membatasi wakuncar hingga pukul 21.00 WIB. Jika melanggar maka harus dinikahkan.

Jam malam juga diberlakukan mereka hingga pukul 21.00 WIB untuk membatasi wakuncar. Peraturan tersebut nggak hanya berlaku untuk kencan di rumah tetapi juga pasangan yang sedang berduaan di tempat umum. Untuk melaksanakan kebijakannya ini, pemerintah Purwakarta bahkan memasang kamera CCTV di perbatasan desa dan juga menyediakan beberapa petugas yang bertugas untuk mengintai lewat CCTV. Jika kedapatan masih berpacaran melebihi jam tersebut untuk pertama kali, akan diberi peringatan dan dihukum secara adat yang berlaku di wilayah mereka. Sedangkan bagi yang kedapatan telah melanggar peraturan jam malam ini hingga 3 kali akan dinikahkan secara paksa.

Sidak gigi dan mulut di sekolah-sekolah. Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga mengeluarkan larangan merokok bagi pelajar. Nah, untuk mengontrolnya, dibentuk tim medis khusus untuk melakukan sidak setiap bulannya. Melalui sidak ini, akan diperiksa kebersihan gigi dan mulut para pelajar, apakah ditemukan zat nikotin dan zat lain dalam rokok yang masih tersisa pada bagian gigi dan mulut mereka atau nggak. Selain itu, akan dikontrol juga kondisi kesehatannya untuk mengecek apakah mereka masih merupakan perokok aktif atau nggak. Pelajar yang ketahuan merokok, akan diberi surat peringatan sampai pemotongan nilai rapor. Jika masih membandel, maka pihak sekolah akan memanggil dan meminta pelajar membuat pernyataan orang tua hingga terancam tidak naik kelas. Sedangkan bagi penjual yang ketahuan menjual rokoknya untuk pelajar, maka warungnya akan ditutup paksa.

Semua guru di purwakarta dilarang memberikan PR tanpa terkecuali. Tapi, karya wisata alias study tour juga dihapuskan. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berdaih, “Pendidikan terbaik itu adalah yang sebanyak-banyaknya memberikan pengalaman hidup. Bukan yang melahirkan sebanyak-banyaknya ulangan.”  PR diganti dengan hal yang bersifat kreatif, produktif, dan sesuai dengan minat atau bakat anak. Contohnya, untuk pelajaran matematika, si anak diberi tugas menghitung luas ladang miliknya agar kelak bisa membuat sendiri dengan luasan dan kualitas yang layak. Selain itu, karya wisata di kalangan pelajar juga ditiadakan. Menurut Pak Bupati, selama ini karya wisata hanya membebankan para pelajar seolah hal tersebut bersifat wajib yang juga membutuhkan biaya cukup banyak. Sementara pelajar yang tidak ikut karya wisata dibebankan dengan tugas yang tidak relevan. Hal ini dinilai tidak efektif bagi pembelajaran.

Itulah sebagian peraturan unik di Purwakarta. []


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *